Malang Post - Pilkada 2020 Bebas SARA dan Hoaks

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Pilkada 2020 Bebas SARA dan Hoaks

Sabtu, 25 Jan 2020

JAKARTA - Presiden Joko Widodo ?meminta Partai Hanura ikut menjaga pelaksanaan Pilkada 2020 agar berjalan aman dan damai. Jokowi mengatakan, dalam pilkada yang digelar September mendatang itu tak boleh ada lagi hoaks, ujaran kebencian, atau pun saling hujat.
"Saya titip, kita jaga agar pilkada berjalan aman, damai. Jangan sampai ada lagi politik SARA, setop enggak ada itu. Jangan lagi ada hoaks, ujaran kebencian, saling fitnah, hujat menghujat. Saya yakin ini bisa dimotori Partai Hanura," pesan Jokowi saat memberikan sambutan dalam pengukuhan Pengurus DPP Partai Hanura di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (24/1) tadi malam.
Untuk menjamin kelancaran pilkada, kata Jokowi, situasi yang kondusif sangat diperlukan. Dengan situasi yang kondusif akan tercipta stabilitas politik dan keamanan. "Stabilitas politik dan keamanan sangat diperlukan sekali oleh negara mana pun. Negara kita juga, karena masih dalam rangka pembangunan," katanya.
Selain pelaksanaan pilkada, Jokowi juga sempat menyinggung perkembangan RUU Omnibus Law. Mantan wali kota Solo itu mengatakan pemerintah tengah berupaya merampungkan sejumlah aturan di dalamnya agar dapat segera diserahkan ke DPR.
"Kita telah mengajukan Omnibus Law ke DPR. Baru satu tentang perpajakan, minggu depan kita serahkan lagi untuk aturan tentang cipta lapangan kerja," tuturnya.
Sementara itu Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan, pelaksanaan pilkada mendatang tak boleh menjadi momentum pelaksanaan politik berbiaya tinggi. OSO, sapaannya, menegaskan Hanura hanya mengeluarkan dukungan pada calon yang diusung berdasarkan rekomendasi dan komitmen partai.
"Kita harus mengharap pada pilkada agar tidak menjadi momentum politik berbiaya tinggi. Rekomendasi partai Hanura hanya dikeluarkan secara bersamaan dan komitmen terhadap visi Partai Hanura," ucap OSO.
Mantan Ketua DPD itu mengklaim Hanura selama ini telah banyak berperan dalam memenangkan kepala daerah di sejumlah wilayah. Mulai dari gubernur Bali, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Papua.
"Kita bersyukur kepala daerah dan wakil yang kita usung kerja keras memajukan daerahnya. Daerah yang kita dukung maju semua meski kita penyumbang terkecil," katanya. (cni/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : cni

  Berita Lainnya





Loading...