Malang Post - Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang Dorong UMKM Jualan Online

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang Dorong UMKM Jualan Online

Kamis, 27 Feb 2020

MALANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang memfasilitasi 105 pelaku UMKM agar produknya menjangkau penjualan secara online melalui marketplace. Sebab di era serba digital ini sudah saatnya pemasaran dilakukan secara online.

Terlebih pemasaran online jauh lebih mudah lantaran tidak membutuhkan modal besar untuk mendirikan toko. Namun cukup melalui marketplace saja. Cara menjangkau pasar online ini diberikan KPw BI Malang melalui Sosialisasi UMKM On Boarding, Kamis (27/2) di Santika Hotel.

“Kami beri sosialisasi bagaimana caranya mendaftar ke marketplace, syaratnya apa saja, bagaimana membuat foto-foto menarik dan juga pembayarannya secara online. Jadi kami memberikan pembelajaran alternatif pemasaran secara online,” jelas Kepala KPw BI Malang, Azka Subhan A.

Kerap menjadi kendala bagi pelaku UMKM untuk menjangkau marketplace adalah masih terbatasnya pengetahuan cara bergabung. Sementara tantangan yang selama ini dihadapi yakni  persoalan kontinuitas atau kesinambungan produk.

 

Misalnya, UMKM masih sanggup ketika menerima pesanan 100-200 paket. Namun ketika permintaan mencapai 1.000 produk, sebagian besar tidak bisa memenuhi permintaan. Ini yang perlu disiapkan karena produk masuk ke marketplace sudah tentu dilihat tidak hanya dilingkungan Malang atau Indonesia saja melainkan dari berbagai belahan dunia.

“Bagaimana menyiapkan UMKM-UMKM agar kontinuitas produknya bisa dipenuhi, kalau kami lebih fokus pada sistem pembayaran yang sifatnya non tunai yang itu bertujuan untuk menumbuhkan ekonomi,” terangnya.

Dari 105 UMKM hampir seluruhnya belum menyentuh marketplace. Untuk itu usai kegiatan ini diharapkan ada yang komitmen masuk ke pemasaran online guna mengembangkan usahanya. Apabila UMKM berkembang akan berdampak positif bagi perekonomian di Malang.

 

Kakanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jatim II, Oentarto Wibowo yang t hadir dalam kegiatan Sosialisasi UMKM On Boarding ini memaparkan, salah satu tugas utama Bea Cukai menyediakan fasilitas fiskal bagi industri yang memanfaatkan bahan baku, bahan penolong dan mesin-mesin eks impor.

“Diberikan kemudahan fiskal, artinya bea masukya dibebaskan serta tidak dipungut PPN dan PPNBN tetapi masih membayar PPH impor 10 persen. Kalau untuk pelaku UKM pengalaman kami yang sudah memanfaatkan fasilitas ini sangat besar,” terang Oentarto.

 

Dengan memanfaatkan kemudahan fasilitas fiskal ini maka pelaku UMKM akan mampu menghemat biaya. Sehingga tidak menyebabkan cash flow terganggu. Dengan demikian, UMKM juga bisa menggunakan cash flow tersebut untuk menambah impor, mesin ataupun tenaga kerja.

“Kami nanti secara spesifik akan menyampaikan mekanisme fasilitas QT khusus untuk IKM, kami menggunakan terminologinya yang omZetnya di bawah Rp 1,5 miliar dalam satu tahun, nanti mendapatkan kemudahan biaya masukya,” jelasnya. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya





Loading...