Perjuangan Pemain Arema FC, Hendro Siswanto dan Adirsti Dyah Mendapatkan Momongan | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 05 Des 2019

PASANGAN suami istri (pasutri) Hendro Siswanto dan Adirsti Dyah tengah berbahagia menikmati statusnya sebagai orang tua. Setelah menunggu hampir lima tahun, pernikahan keduanya akhirnya dianugerahi momongan kembar. Yakni Abimanyu Sagara Biru dan Kanaka Askara Bumi. Buah hati yang mereka dapatkan dari proses In Vitro Fertilisation (IVF) alias program bayi tabung.
Pasangan ini pun tak segan berbagi. Berbagi bagaimana upaya bisa mendapatkan momongan yang kini berusia dua bulan, dengan nama panggilan Biru dan Bumi. Hendro, yang merupakan gelandang Arema FC menikah dengan Adis, sapaan Adirsti Dyah pada Mei 2014. Mereka tidak berniat menunda mendapatkan momongan di awal pernikahan. Namun, sampai tahun 2018 tak kunjung mendapat buah cinta.
Hendro dan Adis belum mendapatkan momongan karena berbagai alasan, salah satunya faktor kesehatan. Termasuk pernah hamil di luar kandungan, dengan posisi embrio tersangkut di saluran tuba falopi pada tahun 2017.
"Jadi setelah itu saya langsung menjalani tindakan laparoscopy dan akhirnya diketahui di sekitar rahim terjadi perlengketan," ujar Adis, mengawali ceritanya.
Setelah itu, keduanya baru memikirkan program kehamilan lagi pada tahun 2018. Dari sanalah baru terpikir bayi tabung. Mereka mencari sebanyak-banyaknya informasi, termasuk pasangan yang berpengalaman mengikuti program bayi tabung. "Saat itu mulai menyiapkan mental,  juga dananya. Karena dananya pasti juga lumayan," beber dia.
Upaya mendapatkan momongan pun tidaklah mudah. Sebab, bukan hanya Adis sebagai istri yang harus mengatur jadwal. Hendro pun harus turut mengatur waktunya, di tengah kesibukan sebagai pesepakbola profesional.
"Harus nyocokin jadwal suami, dokter dan juga saya untuk program promil. Kami harus datang suami istri," papar dia.
Hanya saja, program tersebut masih belumlah bayi tabung. Namun, Adis dan Hendro mencoba promil dengan cara inseminasi. "Masih ada beberapa tahap, yang kami jalani sampai akhir 2018 hingga 2019 benar-benar menjalani program IVF," tambahnya.
Program IVF ini pun tak bisa dijalani di Malang, melainkan di RS Ferina Surabaya. Menurutnya, kala itu pertengahan Desember, konsultasi dimulai. Mereka bertanya mengenai bagaimana yang harus dijalani sampai biayanya dan juga pemeriksaan kesehatan.
"Lalu dari dokter diberi obat-obatan dan harus menunggu sekitar sebulan. Saat itu, yang kami persiapkan banyak. Termasuk mental. Harus mengenal diri sendiri sampai meminta maaf kepada keluarga. Yang jelas harus plong dan ikhlas," jelas perempuan asal Sidoarjo itu.
Ia mengakui, sejak Januari 2019, tindakan medis mulai dijalani. Berawal dari suntik hormon, ovarium pick up, pematangan embrio  sampai embrio transfer. Sebelum proses embrio transfer tersebut, akhirnya Adis dan Hendro mendapatkan kabar, bila embrionya yang akan ditransfer kembar."Yang jadi embrio lima, dan diputuskan yang ditransfer dua," tambahnya.
Setelah embrio transfer tersebut, Adis harus bed rest sekitar 10 hari. Lantas, dia masih harus menunggu sampai akhirnya dokter memberikan ucapan selamat. "Selamat ibu hamil. Saat itu saya benar-benar bersyukur. Penantian kami berhasil dan dapat kabar kemungkinan lebih dari satu janin," tutur dia.
Adis dan Hendro pun menjaga benar proses kehamilan Adis. Adis sempat harus total istirahat tidak boleh banyak beraktivitas sekitar tiga bulan. Bahkan, Adis tinggal di Sidoarjo, dan Hendro di Malang tetap dengan aktivitasnya bersama Arema.
"Prosesnya sangat panjang. Tetapi, kami bersyukur sudah melewati proses tersebut," ucap  Adis.
Bahkan ia meneceritakan setiap proses yang dia jalani sampai mendapatkan dua bayi lucu, Bumi dan Biru. "Karena kami pun awalnya mendapatkan share dari pasangan yang sukses," ungkapnya.
Salah satu contoh pasangan yang sukses adalah Larry Satrio, General Manager Anang Family Karaoke dan Mariska Corenia. Keduanya pun sudah mengunjungi Bumi dan Biru, sesaat setelah dilahirkan medio September lalu.
Saat proses kelahiran tersebut, juga berkesan. Hendro tengah menjalani persiapan pertandingan melawan Persib Bandung. Sehingga, Hendro tak bisa terlalu lama menunggui proses persalinan. "Dia tetap profesional, juga tetap peduli sama keluarga. Dia datang begitu Bumi dan Biru lahir. Setelah itu, pulang juga istirahat," tutur Adis.
Kini, pasangan Hendro dan Adis pun menikmati setiap proses pertumbuhan Bumi dan Biru. Buah hati yang sebelumnya mereka nantikan melalui proses panjang, penuh perjuangan dan penuh suka duka. Kebetulan juga namanya Bumi dan Biru, identik dengan Malang yang kerap disebut Bumi Biru, sebagai tempat Arema berada. (stenly rehardson/van)

Editor : Vandri
Penulis : Stenly






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...