Perjalanan Dois Audi Fikriansyah Raih di Kompetisi BMX | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 20 Des 2019,

Berawal dari sepeda pinjaman pamannya, Suwono, yang juga pengurus ISSI Kota Malang, Dois Audi Fikriansyah, 16, sukses menjadi atlet muda BMX andalan Kota Malang. Kiprahnya tak hanya berkutat di level nasional. Dois sudah mencicipi panggung Asia Tenggara, dan pernah menaklukkannya.
Siswa SMAN 6 Malang kelas XI IPS tersebut, sudah menyabet gelar juara 1 dalam BMX Thailand National Championship 2019. Tepatnya, Agustus 2019 lalu, Dois menaklukkan rider BMX dari Thailand, Singapura dan Malaysia. Saat bertanding di trek BMX Suphan Buri, Dois merajai turnamen.
“Selain meraih juara 1 di hari pertama, saya juga dapat juara 2 di kompetisi yang sama. Trek di sana menantang. Rider BMX asal Singapura, Thailand dan Malaysia sama dengan rider Indonesia. Rider Indonesia tidak kalah dengan atlet dari Asia Tenggara,” ujar Dois kepada Malang Post.
Sejak berkompetisi BMX tahun 2010, Dois telah mengoleksi puluhan medali dari puluhan turnamen. Pemuda kelahiran 8 Januari 2003 ini mengaku tidak ingat berapa tepatnya jumlah turnamen level nasional, regional dan internasional yang dia ikuti. Tapi, selain turnamen di Thailand, Dois juga turun di Porprov 2019 Tuban sebagai atlet ISSI Kota Malang.
Hasilnya, Dois kembali mempersembahkan perolehan medali bagi Kota Malang di ajang bergengsi olahraga tingkat remaja se-Jatim ini. ISSI Kota Malang juga menjadi satu cabor yang melebihi target yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Malang saat itu. “Di Porprov saya mendapat satu perak dan dua perunggu,” sambung Dois.
Atlet yang dilatih oleh Ari Kristanto tersebut mengatakan, semua hasil yang dia peroleh dalam turnamen-turnamen serta catatan prestasi, tidak didapatkan dengan berpangku tangan. Sejak kelas 1 SD, Dois mengaku sudah lupa waktu bermain. Karena, rutinitas hariannya hanya tiga, yaitu istirahat, latihan dan sekolah.
Setiap hari, anak pertama dari dua bersaudara ini bangun sekitar pukul 05.00 WIB. Dia langsung berlatih dengan sepeda BMX. Setelah satu jam olahraga, Dois bersiap-siap dan berangkat ke sekolah. Dia pulang dari sekolah siang hari, lalu istirahat dan mengerjakan tugas. Sore hari, pukul 15.30 WIB, dia kembali latihan.
Semua rutinitas ini, telah dijalani oleh Dois selama 10 tahun. Karena, dia memulai sepeda BMX sekitar tahun 2009. “Kehidupan atlet itu seperti ini, waktu bermain terpotong oleh waktu istirahat. Dan, waktu istirahat itu terpotong oleh waktu latihan. Seminggu latihan, off hari Kamis saja,” jelas Dois.
Meski sekarang sedang off season di dunia balap sepeda BMX, Dois tak pernah menelantarkan latihan rutinnya. Dia tetap jogging saat pagi hari, dan bersepeda saat sore hari, meski intensitasnya tak sekencang saat ada turnamen. Namun, masa-masa santai ini hanya akan berlangsung sampai pertengahan Desember saja.
“Nanti, setelah pekan ketiga Desember, saya langsung geber latihan lagi. Karena, bulan Februari 2020, ada kejuaraan level Asia yang dihelat di Jakarta. Mulai akhir Desember sampai Februari, latihan akan semakin intensif,” tambah alumnus SMPN 10 Malang, Buring tersebut.
Namun, Dois sendiri tak membayangkan bahwa di usianya yang masih belum genap 17 tahun, kecintaannya terhadap BMX membawanya ke panggung dunia. Putra pasangan Roni Hermanto dan Luluk Maria Ulfa tersebut mengaku keterikatannya dengan BMX berawal dari sepeda pinjaman pamannya.
“Awalnya diajak paman ke Velodrom Madyopuro. Lalu dipinjami sepeda untuk jajal trek. Saya senang main sepeda di trek begitu. Karena cocok, akhirnya saya latihan terus. Itu tahun sekitar tahun 2009, saat saya masih kelas 1 SD. Satu tahun kemudian saya ikut turnamen,” papar Dois.
Dalam turnamen tahun 2010 tingkat nasional di Kota Malang, Dois meraih juara 3. Capaian ini membuat Dois ketagihan untuk berlatih sepeda BMX. Tak terasa dia sudah 10 tahun menggeluti dunia sepeda BMX dan mampu membawa harum nama orangtua, pelatih, Kota Malang dan Indonesia.
“Ya tentu saja saya senang bisa meraih prestasi yang membanggakan orangtua, pelatih dan Indonesia. Harapan saya ke depan, saya ingin go internasional, untuk bersepeda BMX di tingkat global,” tutup Dois.(Fino Yudistira/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Fino



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...