Pengusaha Berat, Wali Kota: Bisa Ajukan Penangguhan UMK | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 03 Des 2019, dibaca : 186 , Muhaimin, Sisca

MALANG – Upah minimun kota (UMK) Kota Malang tahun 2020 yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 2.895.502,73 dianggap berat sebagai pengusaha. Tahun 2019, UMK yang ditetapkan sebesar Rp 2.668.420,18. Ada kenaikan yang cukup signifikan.Penaseat Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Malang Herman Marjono mengungkapkan, kenaikan UMK tahun 2020 merupakan hal yang cukup berat.
“Memang berat bagi usaha pada umumnya tetapi itu sudah ketentuan idealnya. Kita pastinya akan mentaati,” tegas Herman, disela-sela mengikuti sosialisasi UMK Kota Malang 2020 di Hotel Gajahmada, Kota Malang, Selasa (3/12) .
Menurutnya indikasi perusahaan yang akan mengajukan permohonan penangguhan UMK akan bermunculan. Akan tetapi ia optimis, nantinya dari proses serikat buruh dan perusahaan yang mengajukan bisa menyepakati nilai UMK dari hasil mediasi.
Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menjelaskan, belum ada pengajuan penangguhan UMK yang diajukan pengusaha, Pemkot Malang meminta dengan tegas perusahaan segera melapor jika merasa tak sanggup membayarkan upah karyawan sesuai UMK.
 “Seperti diketahui UMK Malang sekarang angkanya kalau dibulatkan Rp 2,9 juta. Penentuan ini sudah dilakukan berdasarkan kondisi Kota Malang secara menyeluruh. Maka diharapkan perusahaan mematuhi keputusan ini,” papar Sutiaji dalam kegiatan yang diadakan Dinas Ketenagakerjaan Kota Malang ini.
Dijelaskannya, jika ada yang merasa kurang sanggup segera mengajukan permohonan penangguhan. Hal ini guna mencari solusi yang dapat ditempuh agar buruh atau karyawan perusahaan tersebut dapat menyepakati penangguhan UMK.
Jika tidak dilaporkan, maka dikhawatirkan terjadi masalah atau gejolak yang tidak diinginkan. Inilah mengapa ditegaskan Sutiaji keterbukaan perusahaan dan karyawan sangat diperlukan.
“Tapi sampai saat ini belum ada perusahaan di Kota Malang yang mengajukan permohonan penangguhan UMK. Laporan dari kelompok pekerja atau serikat buruh juga belum tercatat masuk,” tegas Sutiaji.
Diketahui di Kota Malang terdapat kurang lebih 900 perusahaan sedang hingga besar dengan jumlah total karyawan sekitar 11 ribu orang.  (ica/aim)



Loading...