Pendidikan Karakter Minimalisir Bullying di Sekolah | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019, dibaca : 468 , Rosida, Linda

MALANG - Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud menggandeng tiga perguruan tinggi di Indonesia yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Dasar (SD).
Kasubdit Program dan Perencanaan Evaluasi Ditjen Dikdasmen Kemendikbud, Sri Wahyuningsih menuturkan, dalam kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud diharapkan adanya peningkatan kualitas. Termasuk penguatan pendidikan karakter yang harus dipahami esensinya. Menurutnya, pendidikan karakter bukan hanya sekadar cium tangan kepada gurunya atau shalat berjamaah melainkan lebih dari itu.
“Target minimal tidak ada bullying lagi, karena itu salah satu indikator penguatan pendidikan karakter. Selanjutnya juga hal-hal baik yang selama ini dilakukan bukan lagi kebiasaan yang perlu ditumbuhkan melainkan menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Pendampingan Mutu Sekolah Dasar Wilayah Jawa Timur diikuti oleh 30 sekolah di kabupaten dan kota se Jawa Timur. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, 2 – 3 Desember.
Dijelaskannya, kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut merupakan salah satu metode untuk melakukan percepatan pendampingan. Sampai saat ini, direktorat pembinaan sekolah dasar sudah bekerja sama dengan hampir 6.000 sekolah dalam program pendampingan.
“Upaya percepatan dan peningkatan kualitas pendidikan ini karena PR kami masih cukup besar untuk pemenuhan 8 standar nasional pendidikan. Yang sudah memenuhi baru 30 persennya, artinya baru 44 ribu dari 148.805 sekolah,” ujar Sri, usai menghadiri Pendampingan Mutu Sekolah Dasar Wilayah Jawa Timur di Hotel Olino Garden, Senin (2/12).
Ia melanjutkan, bahwa upaya peningkatan kualitas pendidikan juga bisa dilakukan dengan melaku penyebaran informasi oleh media. Membantu pemerintah dalam menyalurkan dan menguatkan informasi tersebut, lantaran pemerintah tidak akan mengatasi permasalahan tersebut tanpa sinergi dari berbagai elemen.
Sinergi dengan berbagai elemen tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah dalam rangka peningkatan sumber daya manusia unggul. Selama ini ada beberapa penyebab atau kendala kualitas pendidikan di Indonesia salah satunya faktor demografi, SDM dan kompetensi yang memang sangat kurang terhadap literasi atau peraturan sehingga susah mengimplementasikan kebijakan.
“Komitmen pemerintah daerah juga kita harapkan mampu bersinergi dengan masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha dan pemerintah pusat. Prinsipnya, pendidikan adalah kerjaan kita bersama, termasuk orang tua,” urai perempuan berhijab ini.(lin/oci)



Loading...