Malang Post - Pencarian Bocah Hanyut Dihentikan, Setelah Tujuh Hari Tidak Membuahkan Hasil

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Pencarian Bocah Hanyut Dihentikan, Setelah Tujuh Hari Tidak Membuahkan Hasil

Minggu, 16 Feb 2020

MALANG – Pencarian terhadap tubuh M. Rafa Alfarizi, bocah 3,5 tahun yang diperkirakan hanyut di Sungai Bodo, Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang resmi dihentikan, Minggu (16/2) siang. Anggota Yonkes 2/Kostrad Singosari dipimpin Mayor Ckm dr Ayiq Mahmud, Sp.OT dan anggota SAR gabungan yang memulai pencarian hingga Bendungan Sengguruh, Kepanjen, tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rafa, panggilan korban yang setiap pagi hingga sore tinggal di rumah Poniem, neneknya, Griya Permata Alam Blok LE No 10 RT06 RW12, Desa Ngijo dilaporkan hilang sejak Senin (10/2) sore. Ia diperkirakan terperosok di saluran air depan rumahnya dan terbawa arus ke Sungai Bodo. Dugaan itu, berdasarkan penemuan payung yang digunakan balita itu, berada di dekat aliran air dan dalam keadaan terbalik.
Kapolsek Karangploso, AKP Effendy Budi Wibowo mempersilahkan kepada anggota SAR yang masih ingin melakukan pencarian secara individu ataupun berkelompok. Pernyataan tersebut diungkapkannya saat pertemuan koordinasi penghentian pencarian korban di Balai Desa Ngijo, Minggu (16/2) siang.
"Tidak ada masalah, asal tetap jaga keselamatan. Terima kasih juga atas usaha pencarian selama ini," katanya  kepada relawan SAR dan anggota Yonkes 2/Kostrad. "Kami juga berbelasungkawa karena ada relawan yang meninggal. Kami hanya berharap korban masih selamat," tambah dia.
Perwira Polri ini mengaku pihak keluarga sudah membuat laporan Rafa hilang ke Mapolsek Karangploso. "Kami sudah mewanti-wanti keluarga untuk memberitahukan segala informasi yang masuk ke kami atau polsek agar terhindar dari penipuan. Sebab, tidak ada saksi yang tahu korban hanyut setelah pulang dari rumah pamannya," tegas Effendy lagi.
Sementara itu, Agus Dares, salah satu anggota Tim SAR Malang memaparkan proses pencarian yang sudah dilakukan anggota SAR gabungan. Dia juga menunjukkan jalur sungai yang dijaga relawan SAR hingga ke Bendungan Sengguruh, Kepanjen. "Secara maksimal, proses pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar lokasi kejadian, namun juga hingga dam Blobo dan Bendungan Sengguruh," terangnya kepada perwakilan warga perumahan Griya Permata Alam. (mar/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Sumarga

  Berita Lainnya





Loading...