Penataan Koridor Kayutangan Dibagi Tiga Zona, Jadi Satu Jalur | Malang Post

Kamis, 05 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Selasa, 03 Des 2019, dibaca : 468 , Muhaimin, Sisca

MALANG - Penataan koridor Kayutangan sudah mulai dilakukan dengan menggelontor anggaran Rp 2 miliar. Pengerjaan pedestrian dari ujung koridor (dekat Sarinah,red) mulai terlihat dengan mengganti sebagian aspal dengan paving dan pelebaran pedestrian.
Koridor Kayutangan akan dibagi di dalam tiga zona. Pertama kawasan simpang PLN menuju ke simpang Rajabali. Zona kedua, Rajabali sampai Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang IV. Terakhir zona ketiga di kawasan Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang IV sampai ke Sarinah. Arus lalu lintas yang saat ini masih dua arah akan dijadikan satu arah.
 “Anggaran yang digunakan untuk memulai proyek tersebut sebesar Rp 2 miliar dari APBD 2019,” kata Wali Kota Malang Sutiaji kepada Malang Post.
Proses lanjutan pengerjaannya, lanjut Sutiaji, akan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan program CSR. Pembangunan kawasan heritage bukan hanya sekadar menambah destinasi wisata baru, melainkan juga untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan di Kota Malang.
Pasalnya, Kayutangan Heritage nantinya akan menjadi pusat kegiatan Pemerintahan Kota Malang. Sederet kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang akan diarahkan di Kayutangan Heritage. Terutama untuk kegiatan atraksi di luar ruangan. Sebab, di situ  akan dilakukan penataan khusus agar masyarakat dapat bebas melaksanakan kegiatan dan menunjukkan kreativitasnya.
“Kegiatan perangkat daerah beberapa akan difokuskan di Kayutangan. Agar masyarakat terimbas, maka kebutuhan makanan dan minuman akan diserahkan kepada masyarakat,” ucapnya.
Oleh sebab itu Sutiaji meminta agar masing-masing masyarakat dari setiap kelurahan melalui kecamatan segera membuat dan mengeluarkan katalog lokal.  Katalog tersebut diperuntukkan bagi proses lelang penyediaan makanan dan minuman atau kebutuhan lain dalam setiap kegiatan yang digelar organisasi perangkat daerah.
“Jadi, setiap kecamatan agar segera membuat katalog lokal dan berdayakan masyarakat. Sehingga masyarakat turut merasakan dan ada perputaran ekonomi di sana,” katanya. Selain itu, kawasan Kayutangan Heritage tak hanya terbatas pada area depan, melainkan menjadi satu kesatuan dengan perkampungan yang ada di dalamnya.
 “Penataan trotoar yang dilebarkan itu juga diiringi dengan penataan saluran air serta kabel penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Kayutangan,” pungkas Sutiaji. (ica/aim)



Loading...