Pemkot Malang Terapkan Tradisi Daerah, ASN Pakai Baju Tradisional dan Berbahasa Jawa di Kantor | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Pemkot Malang Terapkan Tradisi Daerah, ASN Pakai Baju Tradisional dan Berbahasa Jawa di Kantor

Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Surat Edaran No 78 Tahun 2020 tentang pemakaian baju tradisional di lingkungan ASN Pemkot Malang dimulai, Kamis (23/1). Sebagian besar ASN Pemkot Malang tidak terlihat mengenakan baju khas kedinasan akan tetapi mengenakan baju tradisional daerah.
Menurut pantauan Malang Post perangkat daerah yang berada di lingkungan Balai Kota Malang terlihat berlalu lalang mengenakan baju daerah Jawa. Tidak hanya berbaju daerah beberapa bahkan berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa.
“Sugeng Enjing, Saged kula rewangi punapa bu, (Selamat Pagi, ada yang bisa dibantu bu?),” ungkap salah satu ASN di Sekwan DPRD Kota Malang saat melayani tamu yang datang.
Sementara di lingkungan Balai Kota Malang, tetangganya, juga sama. Baju daerah bernuansa jawa kuno juga terlihat. Salah satunya dilakukan Kasubag Komunikasi Pimpinan Bagian Humas Setda Joko Priyono.
Ia berbusana bak pria Jawa tahun 1920 an hingga 1950-an. Mengenakan baju lurik khas Jawa dengan blankon yang dipasang di kepala. Ia memang terlihat leluasa beraktivitas saat menjalani tugas kehumasannya mengenakan baju daerah.
“Ya baju daerah ini seperti Malang tahun 50-an ya. Asik juga makainya santai tapi juga formal,” paparnya saat dimintai tanggapan.
Dikatakannya Kamis (23/1) merupakan hari pertama ASN diimbau menjalankan tradisi Kamis Berbaju Daerah seperti imbauan yang sudah dikeluarkan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji melalui surat edarannya belum lama ini.
Sutiaji sebelumnya memang mengeluarkan Surat Edran (SE) No 78 tahun 2020 tentang imbauan kepada ASN untuk mengenakan baju tradisional budaya daerah. Sayangnya di hari pertama ini Wali Kota Malang Sutiaji tidak berada di Kota Malang karena mengambil cuti untuk umrah.
Meski begitu Wakil Wali Kota Malang Ir. Sofyan Edi Jarwoko mengenakan busana daerah Jawa seharian saat menjalani semua tugas kedinasannya.
Di kesempatan ini Sofyan Edi mengatakan penggunaan baju daerah merupakan wujud cinta daerah yang dapat dilakukan ASN se Kota Malang kedepan. Ia juga mengapresiasi seluruh ASN yang dihari pertama sudah melaksanakan imbauan ini dengan kesadaran tinggi.
“Dan ini saya kira bagus, karena kita boleh maju, boleh berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Tetapi, nilai-nilai budaya, nilai-nilai yang ada yaitu nilai-nilai luhur, nilai bangsa itu harus tetap ada dalam dada kita,” tegas pria asli Malang ini.
Ia menambahkan budaya daerah merupakan sebuah jati diri yang jangan sampai dengan begitu saja tergeser dengan budaya luar. Dengan cara sederhana seperti mengenakan baju daerah satu kali dalam seminggu diharapkan dapat menjadi pengingat.
Dikatakannya khususnya bagi ASN sebagai abdi masyarakat harus menjadi contoh bagi warganya. ASN setiap hari melakukan interaksi dengan warga pada umumnya, dapat pula menularkan “virus” bangga berbaju daerah.
“Memang harapannya kesitu. Bisa jadi contoh masyarakat di Kota Malang. Paling tidak mereka akan melihat baju daerah khas yang sebenarnya milik mereka sendiri. Dan kemudan bisa memakainya di event lainnya,” tegas Sofyan Edi.
Selain Sofyan Edi, Sekda Kota Malang Drs. Wasto pun tampil bak pejabat tempo dulu. Ia mengenakan baju khas pria Jawa. Mengenakan blangkon berwarna coklat ia sempat memimpim upacara pagi di Halaman Balai Kota Malang .
Ia yang memimpin apel pagi juga memberikan amanah dengan Bahasa Jawa diluar kebiasaan sebelumnya. Wasto menyampaikan bahwa tanggapan masyarakat sangat baik akan surat edaran untuk mengenakan pakaian khas daerah khususnya baju khas Malangan.
‘’Salah satu budayawan yang diundang tekakke (didatangkan,red) sebagai narasumber ngomong soal Udeng. Jare ne udeng iku ngomonge nek di wedar ato dibedah teko tembung mudeng iku eroh. Setahap demi setahap akan kita seragamkan dengan udeng dan nantinya ada pelatihan,” papar Wasto,” ujar Wasto.
Meski sudah ada surat edarannya, ada pula ASN yang terlihat menggunakan pakaian ASN biasa tidak berbaju daerah. Salah satu ASN di linkungan Pemkot Malang yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan tidak sempat membeli atau mencari baju daerah yang pas.
Ia mengaku belum bisa pula membeli baju daerah yang diharapkan dapat dipakai Setiap Kamis sesuai imbauan wali kota tersebut.
“Iya memang saya belum sempat cari. Tapi minggu depan saya pasti akan pakai, nanti beli lah atasan kebaya begitu ndak apa-apa,” papar ASN perempuan berkacamata ini.
Memang tidak semua ASN di lingkungan Pemkot Malang mengenakan baju daerah. Beberapa diantaranya yang bertugas mobile (tidak melulu di kantor,red) memilh mengenakan baju dinas biasanya.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...