Pemilihan Bupati Malang, Kader PDI Perjuangan Usung Untari Maju Pilkada | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019,

MALANG -  Wis wayahe PDI Perjuangan menang. Pekikan semangat inilah yang kini diusung kader DPC PDI-P dalam menyambut Pilkada 2020. Partai politik berlambang kepala banteng moncong putih ini, siap merebut kembali kursi pimpinan.
"Wis wayahe Bupati Malang teko PDI-P (sudah waktunya Bupati Malang dari PDI-P, red). Semua kader siap untuk memenangkan Pilkada 2020," ungkap Wakabid Pemuda, Olahraga dan Komunitas Seni Budaya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir.
Dalam catatan sejarah, sepanjang Pemilu Legislatif (Pileg) yang dilaksanakan setelah reformasi tahun 1999, PDI-P Kabupaten Malang selalu menjadi Parpol pemenang. Termasuk pernah mengantarkan kadernya menjadi Bupati Malang.
Namun dalam dua kali periode terakhir Pilkada, PDI-P selalu gagal meraih kemenangan. Rasa kehilangan karena pernah merasa memiliki Bupati Malang dari kader PDI-P inilah, akhirnya yang menjadi pemacu semangat untuk berjuang kembali meraih kursi bupati pada Pilkada 2020 nanti.
"Semangat untuk merebut kembali kursi pimpinan ini sangat penting, karena idealisme kader Partai PDI-P memiliki semangat juang untuk mewujudkan garis perjuangan partai. Yaitu membangun sebuah tatanan sosial yang adil dan ber-prikemanusiaan pada satu sistem pemerintahan, sebagaimana nilai-nilai Pancasil sebagai landasan," terang Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir.
Atas idealisme itulah, kader partai merasa perlu menyamakan sikap. Dan untuk mewujudkan idealisme tersebut, dalam pandangan realistisnya PDI-P wajib memiliki calon dari kader partai sendiri, yang memang memiliki kemampuan leadership. Sosok kader tersebut tertuju pada Sri Untari.
Seluruh pengurus partai, mulai dari struktur lapis bawah (anak ranting) sampai DPC, meminta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut maju dalam Pilkada 2020. "Semua kader siap mengawal dan memenangkan Ibu Sri Untari, sebagai Bupati Malang. Kesepakatan dukungan itu disampaikan saat pertemuan Jumat (29/11) malam bersama Ibu Untari," jelasnya.
Lebih lanjut, dikatakannya bahwa leadership seorang Sri Untari, membuat kader PDI-P percaya diri. Ke depan para kader akan menyusun kekuatan dengan melakukan pergerakan mengumpulkan dukungan sampai akar.
Terpisah, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, mengatakan bahwa PDI-P siap menghadapi pertarungan Pilkada 2020. Bersama kader lainnya, dirinya akan mendukung calon yang mendapat rekom DPP. Termasuk segera menyusun kekuatan, dengan konsolidasi internal untuk meraih suara kemenangan.
Menurutnya, PDI-P wajib memilik kader dari internal yang maju dalam Pilkada 2020. Salah satu kader yang memiliki kemampuan leadership, baru tertuju pada Sri Untari. Bahkan santernya anggota DPRD Provinsi Jatim itu, bakal mendapat rekom dari DPP PDI-P.
"Salah satu kader partai PDI-P, Sri Untari memang memiliki kapasitas mengantarkan PDI Perjuangan meraih kemenangan. Kami, semua kader? PDI Perjuangan Kabupaten Malang bersepakat memberikan mandat kepada bu Sri Untari," ungkap Didik.
Didik menyampaikan, bahwa dirinya bertekad memberi dukungan kepada Sekretaris DPD PDIP Provinsi Jawa Timur tersebut. Bahkan saat ini, sembari menunggu rekom dari DPP, pengurus DPC PDI-P sudah menyusun kekuatan dengan konsolidasi internal yang masih untukmemenangi Pilkada Kabupaten Malang.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang, Siadi, menyatakan akan memberi kejutan pada bulan Desember ini. Bahkan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Malang 2020 nanti, Siadi dikabarkan akan ikut bertarung.
"Insyaallah, doakan saja. Tetapi untuk kepastiannya tunggu saja pada bulan Desember nanti," ucap Siadi, saat melakukan pertemuan dengan warga di Kecamatan Pakis, beberapa waktu lalu.
Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, yang terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur komisi A periode 2019-2024 ini, bahkan menyatakan sudah melakukan pendekatan dengan Parpol lain untuk berkoalisi. Karena untuk bisa maju sendiri, Golkar yang memiliki 8 kursi di DPRD Kabupaten Malang, harus berkoalisi untuk memenuhi syarat 10 kursi.
Kabar yang beredar, Siadi akan menggandeng Martiyani Setyaningsih atau Tyas Sujud Pribadi, yang merupakan istri mantan Bupati Malang periode 2006 - 2011, Sujud Pribadi. Ditanya soal itu, Siadi, masih belum bisa menjawab. Karena keputusannya berada di DPP Golkar.
"Memang beberapa waktu lalu, saya menyapa masyarakat dengan Pak Sujud. Tetapi untuk menggandeng istri Pak Sujud sebagai Cawabup, belum bisa saya sampaikan," ucap Siadi saat itu.(agp/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Agung



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...