Pemancing Tewas setelah Jatuh dari Tebing | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Pemancing Tewas setelah Jatuh dari Tebing

Minggu, 19 Jan 2020,

MALANG - Nasib nahas menimpa seorang pemancing asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Sabtu (18/1) malam. Adi Cahyono alias Cas, 33, tewas setelah jatuh dari tebing saat memancing. Dugaannya korban terjatuh karena terpeleset. Jenazahnya ditemukan berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi terjatuh, Minggu (19/1).
Usai dievakuasi, jenazah lantas dibawa ke Puskesmas Sitiarjo. "Jenazah korban langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan tertulis," jelas Kasatpolair Polres Malang di Sendangbiru, AKP Dwiko Gunawan.
Informasi yang diperoleh, Sabtu siang sekitar pukul 14.00, korban janjian bertemu dengan enam temannya untuk pergi memancing. Keenam temannya yakni, Dadang Nyarwito, 38, Sapari, 30, M Adiansyah, 14, Heri Hermansyah, 29, Lukito, 34 dan Nanang Eko Prasetyo, 41. Semuanya warga Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak.
Mereka janjian bertemu di perempatan lintas. Setelah berkumpul, dengan mengendarai empat unit motor, mereka menuju ke Sendangbiru. Tiba di Pasar Ikan Sendangbiru, sekitar pukul 14.30 untuk membeli ikan yang digunakan sebagai umpan. Setelah itu, korban dan keenam temannya menuju TPI lama untuk naik perahu tambangan milik Pak Mul. Mereka kemudian menyeberang ke Pulau Sempu. Tiba di Teluk Semut sekitar pukul 14.45.
Selanjutnya mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer menuju Tanjung Celeng, tepatnya di Patuk Amben sebagai spot untuk memancing. Begitu tiba di lokasi, mereka lantas membagi dua kelompok. Kelompok satu adalah Heri Hermansyah, Sapari serta korban. Sedangkan kelompok dua, Nanang Eko, Lukito, Dadang serta Adiansyah. Jarak antar kelompok hanya sekitar 50 meter. Selanjutnya sembari istirahat, mereka merakit pancing untuk segera memulai memancing.
Selang lima jam, sekitar pukul 22.00, saksi Heri Hermansyah mendengar suara seperti benda jatuh ke laut. Suara tersebut terdengar dari lokasi korban memancing. Saksi lantas mengambil senter yang kemudian diarahkan ke laut, tetapi tidak terlihat ada barang yang jatuh.
Senter kemudian diarahkan ke lokasi korban, diketahui bahwa korban tidak ada. Hanya terlihat stik pancing milik korban. Ketika dipanggil-panggil, sama sekali tidak ada jawaban dari korban.
"Ketika korban tidak ada ini, saksi lantas memanggil teman-temannya untuk ikut membantu mencari korban," jelas Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.
Setelah dicari, sekitar pukul 01.00, diketahui tubuh korban terapung di laut dengan jarak sekitar 50 meter dari lokasi terjatuh. Saat terlihat kondisinya tengkurap. Saksi Nanang, lantas mengambil tambang dengan maksud untuk meraih tubuh korban. Tetapi tubuh korban malah terbawa arus laut ke tengah dan hilang.
Sekitar pukul 05.30, petugas Polair Sendangbiru, mendapat laporan adanya korban laka laut. Selanjutnya bersama petugas SAR Pantai Selatan Rescue, melakukan pencarian dengan perahu.
Pukul 07.45, tubuh korban ditemukan di sebelah barat Teluk Semut Pulau Sempu, dengan koordinat 8°26'39" S, 112°40'47". Kondisinya tengkurap dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Akhirnya tubuh korban dievakuasi untuk dibawa ke Puskesmas Sitiarjo.(agp/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Agung Priyo

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...