Malang Post - Pelatihan Membatik Disabilitas, Upaya Kesetaraan Dinsos Batu

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Pelatihan Membatik Disabilitas, Upaya Kesetaraan Dinsos Batu

Rabu, 18 Des 2019

BATU - Upaya kesetaraan bagi disabilitas untuk SDM berkualitas dilakukan Dinas Sosial Kota Batu. Salah satunya dengan pelatihan dan pembinaan membatik bagi 10 penyandang tuli di Kota Batu.
Dalam pelatihan yang berlangsung dua hari, Selasa (17/12) dan Rabu (18/12), di Sanggar Batik Semar, Dusun Ngujung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap proses pembelajaran.  Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririck Masruri mengatakan, kegiatan bertajuk ‘bimbingan pelatihan membatik bagi penyandang kesejahteraan sosial (PMKS) diharapkan mampu berkreasi, berinovasi dan berkarya sesuai dengan bakat dan minat mereka, khususnya membatik.
"Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan agar PMKS mampu menghasilkan pendapatan tambahan bagi mereka. Dengan kegiatan ini juga membuktikan mereka bisa dan setara," ujar Ririck kepada Malang Post.

   Baca juga :

IBU KUNCI SURGA

Tak Ada Kompromi

Musim Hujan Tiba, Waspadai Demam Berdarah


Ia menerangkan, dalam pelatihan materi yang diberikan meliputi cara pembuatan batik percik dan keprok. Serta batik tulis seperti menggambar motif, mencanting, hingga mewarnai.
Ririck menambahkan tak hanya pelatihan membatik, seluruh peserta pelatihan juga mendapatkan uang saku dan juga paket membatik lengkap mulai dari alat batik, canting, malam, kompor, dan kain.
"Tak hanya peralatan membatik, Dinsos juga memberikan bantuan SLB Negeri Kota Batu berupa mesin kompresor yang difungsikan untuk mesin cuci motor dan mobil," bebernya.
Alat kompresor tersebut diminta oleh SLB Negeri Kota Batu untuk usaha lainnya. Mengingat di SLB tersebu telah memiliki alat-alat membatik.
"Kami harap dengan pelatihan dan bantuan yang diberikan akan mampu membuat penyandang disabilitas ini berkreasi dan berusaha mandiri. Kemudian menambah penghasilan mereka," harapnya.
Dalam pelaksanaan pelatihan memang terkendala bahasa dan komunikasi. Namun pelatih sekaligus pemilik sanggar batik Semar Ngujung, Ismari mengaku bangga dengan semangat peserta pelatihan membatik ini.
"Meski memiliki keterbatasan mereka mampu menerapkan semua teknik yang ia diajarkan. Bahkan kreasi batik yang mereka buat cukup beragam dan unik," imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti oleh 10 penyandang disabilitas. Mereka terdiri dari Yayasan Eka Mandiri, SLB Negeri Kota Batu dan juga warga lainnya. (eri/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Keristyanto

  Berita Lainnya





Loading...