Malang Post - Pedagang Tempati Pasar Sayur, Hanya 161 Pedagang Miliki SK Pemilik

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Pedagang Tempati Pasar Sayur, Hanya 161 Pedagang Miliki SK Pemilik

Kamis, 20 Feb 2020

BATU - Pembagian kios dan los untuk ratusan pedagang Pasar Sayur tahap II berlangsung Rabu (19/2) . Setelah dilakukan pengundian, pedagang langsung menempati kios atau los sesuai nomor.
Diskumdag Kota Batu menginginkan, mereka yang menempati kios adalah pedagang memiliki Surat Keterangan (SK) asli pemilik lapak. Dari ketentuan itu, hanya 161 pedagang yang bisa menunjukkan SK asli dalam pengundian. Sedangkan sisanya, 45 pedagang memiliki Surat Keterangan (Suket) menempati kios atau los.


Dengan legalitas pedagang ini, Diskumdag akan melakukan pembahasan dengan Bagian Hukum Pemkot. Diskumdag juga ingin mengetahui apakah SK aslinya hilang atau sudah diperjualbelikan. Jumlah kios dan los setelah pembangunan pasar sayur adalah 274 unit.
"Pedagang langsung menempati kios atau los setelah pengundian. Ini untuk mereka yang memiliki SK asli pemilik lapak dan pemegang Suket," ujar Sekretaris Diskumdag, Iwan Sufrianto kepada Malang Post, Rabu (19/2) .


Dia menerangkan pemilik Suket tetap diberikan lapak untuk ditempati. ‘’Tapi kami juga berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk langkah ke depan. Apakah SK hilang, terbakar atau diperjualbelikan masih akan ditindak lanjuti validitasnya," bebernya.
Iwan juga menambahkan, setelah Pasar Sayur memiliki 274 kios dan los diundi, Diskumdag memberikan waktu tiga bulan untuk menempati. Jika pedagang tidak menempati, Diskumdag bakal mengganti dengan pedagang lain.
"Kami tegaskan, pedagang yang telah mendapat nomor undian, agar segera menempati kios atau los. Kalau tidak ditempati dalam waktu tiga bulan, bakal digantikan pedagang lain," tegasnya.


Sementara itu Hari Danah Wahyono, salah satu pedagang yang memiliki kios pasar sayur mengungkapkan, pelaksanaan undian sudah melalui proses. Pihaknya segera menempati kios untuk berrjualan.
"Saya rasa pengundian cukup adil. Tinggal kedepan, bagaimana Pemkot Batu ikut memiliki program meramaikan pasar sayur ini. Dengan begitu, kondisi bisa berjaya sebagai Pasar Sayur terbesar di Malang Raya seperti tahun 1980-an lalu," pungkasnya. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...