Malang Post - Pasar Bring Rahardjo Andalkan Konsep Tempo Doeloe

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Pasar Bring Rahardjo Andalkan Konsep Tempo Doeloe

Senin, 16 Des 2019

BATU - Selalu ada wisata baru di Kota Batu. Terbaru wisata berkonsep tempo doeloe di
Pasar Wisata Bring Rahardjo. Lokasinya di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Pasar Wisata Desa Junrejo ini menjadi ikon baru Kota Batu. Bagaimana tidak, dulunya tempat ini merupakan lokasi pembuangan sampah. Inisiatornya dari Ketua RW 7 Desa Junrejo, Sumakri  yang awalnya berpikir agar para janda di Desa Junrejo memiliki pekerjaan. Kemudian dia melihat adanya lahan di tengah-tengah rimbunnya tanaman bambu. Lalu Diwujudukan  ide membangun pasar tradisional berkonsep tempo doeloe.  
"Melihat kondisi itulah kami berinisitif agar warga memanfaatkan pasar wisata Bring Rahardjo yang berada di dekat punden Sumber Jeding. Khususnya bagi para janda dan warga RW 7 setiap hari Minggu," jelas Sumakri kepada Malang Post, Minggu (15/12) .

Baca juga :

Belum Punya Penghitung Inflasi

Atasi Macet dan Kenyamanan di Alun-Alun, Jajaki Lahan Baru PKL

Peluang Besar Persikoba Putri Lolos


Bersama warga dan pemuda setempat dibangunlah warung-warung sederhana menggunakan bambu dan atap jerami. Totalnya ada 30 warung yang berdiri dan menjual makanan, minuman, jajanan, dan produk UMKM setempat.
Saat memasuki Pasar Wisata Bring Rahardjo, wisatawan akan menjumpai warung-warung yang berjulan makanan tradisional. Di antaranya dawet ketan, bubur kacang ijo, sego empog, sego pecel, kolak, rujak, nasi jagung, hingga jangan pedes.
Tak hanya makanan, tersedia juga permainan tradisional seperti jungkat jungkit, ayunan, serta edukasi permainan rinding atau genggong, dan dakon. Semuanya itu untuk anak-anak. Sehingga sangat cocok jadi tempat liburan keluarga dengan suasana yang masih alami.
Ponisri merupakan salah satu warga RW 7 yang memanfaatkan peluang itu dengan berjualan. Dari hasil dagangannya, ia bisa memperbaiki perekonomiannya. Apalagi sebelumnya Ponisri menganggur di rumah.
"Alhamdulillah sekarang ada kegiatan. Di Bring Rahardjo saya jualan nasi empog. Cukup laris,  selalu habis. Karena memang kita jual dengan harga Rp 10 ribu," bebernya.
Camat Junrejo Arief Rachman Ardyasana S.STP sangat mendukung keberadaan pasar wisata tersebut. "Ini sangat bagus dan perlu didukung. Selain mendatangkan wisatawan, yang terpenting masyarakat ikut berpartisipasi dan andil dalam mengembangkan dan melestarikan desanya," bebernya.
Ia mengungkapkan dengan adanya Pasar Wisata Bring Rahardjo, warga tidak hanya menjadi penonton di kotanya sendiri. Pasalnya warga RW 7 Junrejo telah membuktikan dengan potensi yang ada mampu memunculkan alternatif tempat  wisata baru di Kota Batu. (eri/van)

Editor : Vandri
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...