Parkir Vertikal Atasi Macet, Kurangi Beban Jalan | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 13 Jan 2020,

BATU - Komisi C DPRD Kota Batu memberikan perhatian serius penataan parkir. Para wakil rakyat itu mendesak agar parkir yang semerawut segera diperbaiki. Anggota Komisi C, Sujono Djonet merupakan salah satu anggota dewan yang memberikan catatan khusus.
Menurut Djonet persoalan parkir di tepi jalan melekat dengan persoalan wajah kota atau Kota Batu secara menyeluruh. Selain itu masalah parkir juga menjadi masalah kemacetan di Kota Batu.
"Berbicara masalah parkir sangat kompleks. Mulai dari ketertiban, kemacetan, perekonomian juru parkir, hingga pendapatan asli daerah (PAD)," ujar Djonet kepada Malang Post, Minggu (12/1) .
Karena itu, diungkap politisi Partai Nasdem ini perlu adanya evaluasi secara menyeluruh. Salah satunya dengan revisi Perda Parkir. "Makannya dewan revisi Perda Parkir. Tujuannya untuk mendorong ketertiban dan penataan parkir di tepi jalan agar Kota Batu tidak macet. Selain itu juga untuk meningkatkan PAD,  retribusi parkir di tepi jalan selalu jauh dari target," terangnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan macet di Kota Batu karena banyaknya lahan parkir yang memakan badan jalan. Sehingga perlu adanya solusi seperti seperti parkir khusus atau pengelolaan parkir model lain.
"Salah satu solusi yang bisa kami dorong adalah parkir vertikal yang bisa ditempatkan di aset-aset milik pemerintah. Parkir vertikal ini nantinya akan menjadi kantong parkir. Sehingga kendaraan tak diparkir di tepi jalan dan memakan badan jalan," terangnya.
Parkir vertikal, lanjut Djonet, bisa diwujudkan ketika permasalahan parkir di tepi jalan tak memiliki solusi. Dengan begitu jalan umum tidak akan dibebani parkir kendaraan dan kemacetan bisa teratasi.
Apalagi, lanjut Djonet secara umum jalan-jalan utama di Kota Batu, khususnya di pusat-pusat keramaian seperti Alun-Alun Kota Batu, Jalan Diponegoro, Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini, dan Jalan Sudiro selalu mengalami macet karena kendaraan yang parkir memakan badan jalan. Belum lagi kunjungan wisatawan meningkat setiap tahun dengan banyaknya tempat wisata yang menjamur.
Selain itu, bagi pelaku usaha yang memiliki tempat usaha di tepi jalan diharap Djonet setidaknya juga menyiapkan lahan untuk parkir. Agar tidak menyebabkan kemacetan akibat parkir memakan badan jalan seperti di sepanjang Jalan Diponegoro.
Sehingga beban jalan umum tidak dibebani parki kendaraan. Yang memang secara umum jalannya tidak banyak yang lebar. Sementara kunjungan wisata meningkat karena banyaknya tempat wisata yang menjamur.
"Solusi-solusi pakir seperti ini harus ada. Mulai dari parkir vertikal dan pengusaha menyediakan lahan bagi tamunya. Jadi tak boleh membebani jalan umum. Ini yang harus kita dorong dengan harapan secara umum Kota Batu bisa nyaman bagi warga Kota Batu dan wisatawan," terangnya.
Sementara untuk pengelolaan ketika dibangun parkir vertikal di lahan atau aset Pemkot Malang. Nantinya bisa dikelola melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).  Pada intinya, Djonet mengungkapkan DPRD ingin kota ini tidak dibangun tanpa ada perencanaan dan konsep yang jelas. Sehingga tak ada kesan sporadis dalam setiap pembangunan.
"Dengan konsep yang jelas dan transparan kami ingin masyarakat tahu Kota Batu akan dibuat seperti apa. Wong negara saja mau pindah ibu kota ada ilustrasi yang dipublikasikan ke masyarakat. Kenapa Kota Batu tak melakukan hal tersebut," pungkasnya. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...