Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Belajar Terjemah Alquran Dengan Metode Tamyiz | Malang POST

Sabtu, 22 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Belajar Terjemah Alquran Dengan Metode Tamyiz

Sabtu, 16 Nov 2019,

MALANG - Pemahaman terhadap Alquran harus diperkuat kepada generasi muslim. Tidak cukup hanya dibaca, sebagai Kitab Suci umat Islam Alquran juga harus dimengerti artinya. Dengan tujuan agar anak-anak kaum muslimin bisa mengerti makna yang terkandung dalam Alquran sebagai firman Allah.
Maka untuk memberikan pengetahuan dalam menerjemahkan Alquran, Panti Asuhan Muhammadiyah Malang di bawah naungan PCM Klojen memberikan pendidikan dan pengajaran terjemah Alquran untuk para santrinya. Para santri belajar terjamah Alquran menggunakan metode Tamyiz. Sebuah metode yang baru dua minggu diterapkan oleh Panti Asuhan Muhammadiyah Malang dalam belajar bahasa Arab atau bahasa Alquran.
Di Malang, metode mengaji dan menterjemah Alquran dengan menggunakan Tamyiz masih terbilang sangat jarang. Bahkan untuk di kalangan panti asuhan, baru Panti Asuhan Muhammadiyah Malang yang menerapkan. “Kami merasa ini sangat penting untuk diajarkan pada anak-anak sebagai bekal mereka memahami kandungan Alquran,” kata Pengasuh 3 Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Muhammad Ali Makrom, kepada Malang Post.
Adapun pembelajaran Bahasa Arab sudah menjadi program lama di Panti Asuhan Muhammadiyah yang berada di Jalan Bareng Tenes Kota Malang ini. Hanya metode Tamyiz saja yang baru diajarkan. Ali mengatakan, antara Bahasa Arab dan Tamyiz sangat berkaitan.
Santri bisa belajar banyak kosa kata dalam bahasa Arab. Kemudian dikuatkan di Tamyiz dengan sistem pengelompokan kata. Metode Tamyiz diyakini sebagai metode paling mudah untuk bisa menerjemahkan Alquran dengan mudah. Para siswa bisa menghafal kosa kata berdasarkan kelompok kata.
Pengasuh 2 Panti Asuhan Muhammadiyah Malang, Zainul Arifin, S.Pd, menjelaskan, pertama yang dipalajari dalam Tamyiz adalah huruf. Karena di bahasa Alquran terdiri dari huruf, isim (kata benda) dan fiil (kata kerja). Di program Tamyiz santri mengidentifikasi apa saja yang tergolong dari tiga macam tersebut. “Karena di Alquran hanya terdiri itu saja, jadi dengan mengelomokkan akan menjadi lebih mudah,” katanya.
Misalnya tentang huruf. Santri akan menemukan jenis dan jumlah huruf dalam Alquran dengan makna yang sama sesuai jenis hurufnya. Demikian juga dengan isim sebagai kata benda dan fiil sebagai kata kerja. Dengan memahami pengelompokan tersebut dan hafal setiap maknanya maka santri akan mudah menerjemahkan kalimat dalam Alquran.
Metode yang dipakai juga disesuaikan dengan kesukaan anak-anak, yaitu dengan metode lagu. Sehingga santri tidak jenuh dan tidak terasa kalau sedang menghafal. Zainul menjelaskan, belajar menerjemahkan Alquran bagi santri Panti Asuhan Muhammadiyah Malang sangat penting. Sebab mereka merupakan kader-kader Muhammdiyah, yang ketika sudah keluar dari panti, mampu menjadi juru dakwah. “Maka otomatis membutuhkan Alquran sebagai sarana untuk menyampaikan materi dakwahnya. Minimal untuk keluarganya sendiri,” kata dia.
Metode Tamyiz diajarkan pada santri setiap Hari Sabtu pagi mulai pukul 07.00 WIB selama 90 menit. Kajian ini tidak hanya untuk santri, tetapi juga terbuka untuk umum bagi mereka yang ingin belajat menerjemahkan Alquran.
Selama ini sistem pengajarannya masih menjadi satu firqah. Dari kelas usia tingkat SD/MI hingga SMA/MA. Dengan ketekunan dan belajar yang istiqamah, para santri diharapkan mampu menuntaskan dengan cepat. Sehingga dalam waktu yang singkat sudah bisa menerjemahkan ayat-ayat suci Alquran dengan kekuatan hafalan dan kemampuan Bahasa Arab yang mereka kuasai. (imm/udi)  

Editor : Mahmudi
Penulis : Imam

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...