Paket Dikirim Jasa Ojol | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 16 Nov 2019,

Sebuah narasi menerangkan bahwa bom yang meledak di Polrestabes Medan merupakan paket yang dikirim dengan jasa Ojek Online. Narasi tersebut beredar di media sosial. Menyebar melalui aplikasi pesan WhatsApp dan Facebook. Kabar itu muncul sehari setelah meledaknya bom di Polrestabes Medan pada Rabu, 13 November 2019.
Salah satu akun yang mengunggah informasi itu adalah akun Helmi Chikal di Facebook. Akun tersebut membagikan gambar tangkapan layar sebuah pesan WhatsApp yang berisi bahwa bom yang meledak tersebut adalah pesanan pengantaran paket ke Polrestabes Medan yang diterima oleh pengemudi ojol.
Berikut isi pesan WhatsApp itu: "Afwan, info bukan bom bunuh diri akh, tapi driver gojek dapat orderan barang ke Poltabes. Qadarullah sampe sana barang yang dibawa meledak, jadi bukan driver gojek yang bunuh diri, tapi driver gojek yang jadi korban. Afwan, ana hanya meluruskan, agar tidak terjadi fitnah karena menyangkut pribadi seseorang."
Selain gambar tangkapan layar itu, akun Helmi juga mengunggah dua foto yang diklaimnya sebagai pengemudi ojol yang menjadi korban. Ia juga menuliskan narasi dalam unggahannya itu, "Ternyata memang benar tuduhan saya, pasti ada yg naruh bom sama tukang gojek agar islam pun disudutkan dituduh teroris, semoga husnul khatimah." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah disukai hingga 226 kali dan dibagikan hingga 625 kali.
Tentu saja kabar tersebut hanya sebatas isu yang berkembang tanpa dasar yang kuat. Sebab di beberapa media, termasuk media cetak, online dan elektronik, telah menyiarkan fakta sesungguhnya berdasar penjelaskan dari berbagai sumber termasuk kepolisian.
Pihak Polri sendiri telah memastikan bahwa ledakan di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution. Rabbial beralamat di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih barat, Medan Petisah, Medan.
Dalam rekaman CCTV yang dirilis oleh polisi, Rabbial yang mengenakan jaket pengemudi ojol terlihat menjauh dari kerumunan orang sebelum ia meledakkan diri di dekat deretan kendaraan polisi yang terparkir.
Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Soleman Ponto, dalam berbagai media mengatakan aksi Rabbial itu memang menyasar polisi. "Dia bekerja sendiri. Jadi istilahnya lonewolf. Dia sudah bisa merakit, dia merasa sudah bagus, hebat. Kemudian, selama ini, dia melihat temannya ditangkap polisi, 'Kalau gitu saya harus menyerang mereka'," kata Soleman.
Pelaku bom bunuh diri lonewolf seperti Rabbial, menurut dia, memiliki ciri khas tertentu. "Mereka ini kan menyendiri, sangat terlihat dari bagaimana dia masuk meninggalkan kerumunan orang yang mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) menuju ke truk," ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa bom yang meledak di Polrestabes Medan merupakan paket yang dikirim dengan jasa ojol adalah narasi yang keliru. Polri telah memastikan bahwa ledakan di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution. Saat itu, Rabbial mengenakan jaket pengemudi ojol Grab. Namun, ia sudah tidak menjadi mitra Grab sejak 2018. (imm/lim)

Editor : halim
Penulis : Imam



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...