Nge-GASS, Wawali Perintahkan Bongkar Bangunan Tutup Drainase | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Nge-GASS, Wawali Perintahkan Bongkar Bangunan Tutup Drainase

Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus menggencarkan Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS). Jumat (24/1), gerakan tersebut kembali dilakukan di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen. Sebab, di kawasan tersebut, kerap terjadi banjir di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko sempat menahan marah dengan keberadaan bangunan yang menutup drainase. Pada ujung  Jalan Cianjur,  didapati bangunan usaha yang menutupi saluran drainase dan menjadi pemicu sendimentasi saluran.  
Didampingi Sekkota Wasto dan Prof.  M. Bisri, Bung Edi demikian Wawali akrab disapa,  langsung memerintahkan pembongkaran bangunan tersebut.
"Bongkar,  dan saya perintahkan kepada DPUPR Perkim untuk segera menormalisasi serta membangun kembali drainase yang ada di titik tersebut.  Ini saya perintahkan langsung kepada Pak Soni (Kepala DPUPR Perkim Kota Malang,  red). Senin besok harus sudah tertangani, "ujar Sofyan Edi.
Bung Edi menambahkan bahwa setiap kelurahan harus melaporkan titik-titik mana saja yang kerap terjadi banjir. Nantinya, sistem tersebut akan dimasukkan ke dalam bentuk digital. Sehingga, penyebab banjir lebih mudah teridentifikasi. "Kemudian, kami bisa mencarikan solusi. Salah satunya adalah sumur injeksi," lanjutnya.
Permasalahan terkait banjir di Kota Malang menurutnya perlahan bisa terurai. "Harus pelan-pelan, untuk itu kita ajak masyarakat untuk mau peduli dan merawat lingkungannya. Ini harus dijadikan kebiasaan," ujar Bung Edi.
Sejak pagi, jajaran Pemkot Malang yang terdiri dari Satgas Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Malang sudah bersiaga. mereka melakukan pembersihan di gorong-gorong milik warga. Bahkan, melibatkan alat berat untuk mengangkat sedimentasi dan sampah yang ada.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menguraikan, gerakan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk mengurai banjir. "Jika dalam satu kawasan masih belum selesai, harus dilanjutkan terus, sampai menemukan solusi agar tidak lagi banjir," papar dia.
Pria berkacamata itu menyebut, selama ini, yang menjadi penyebab banjir selain sedimen dan sampah adalah bangunan liar yang menyumbat drainase. "Tadi ada bangunan yang menyumbat, langsung kita bongkar. Setelah itu, kami lakukan normalisasi saluran air disini," tegas dia.
Ikut hadir pada giat nge-GASS di Kelurahan Penanggungan,  Asisten Administrasi Pembangunan Diah Ayu Kusumadewi,  Kepala DLH Rinawati,  Kepala DPUPR Hadi "Soni" Santoso,  Camat Klojen Heru dan Kabag Humas Widianto.
Selain melakukan pembersihan drainase dari sampah dan sedimen, warga dan tokoh masyarakat juga memiliki peran yang cukup besar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang, Prof. M. Bisri di sela kegiatan Gerakan Angkut Sampah Sedimen (GASS) di Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Jumat (24/1).
"Selama ini, masalahnya adalah pembiaran. Banyak pihak RT atau RW yang sungkan menegur warganya ketika membangun atau membuang sampah. Ini harus diubah, ini untuk kepentingan masyarakat yang lebih besar," terang dia.
Menurutnya, untuk mengatasi banjir, masyarakat harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan."Termasuk untuk bangunan, pembangunannya bisa digeser, agar tidak mengenai saluran air," papar dia.
Selama ini, ketika hujan deras melanda Kota Malang, banyak titik yang mengalami banjir. Hal tersebut, menurut Bisri, bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. "Bisa jadi karena saluran drainase tertutup seiring dengan berkembangnya penduduk. Serta, lahan yang dibuat pembangunan juga banyak," lanjut dia.
Sementara, jumlah drainase tidak bertambah. Untuk itu, harus dievaluasi. "Kita lakukan upaya GASS ini. Kemudian, harus ada perombakan drainase sesuai laporan di setiap kelurahan," papar dia.
Selain perombakan drainase, langkah paling efektif adalah oengadaan sumur injeksi dan perpanjangan saluran air. "Sehingga, air bisa dengan lancar mengalir. Kami juga butuh peran warga untuk mendukung ini," tandas dia.(tea/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...