Malang Post - Ngaku Polisi, Rampas Motor

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Ngaku Polisi, Rampas Motor

Kamis, 20 Feb 2020

MALANG - Seorang pria berinisial SZ, 29 warga Jalan Gapura, Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ditangkap petugas Polresta Malang Kota. Ia ditangkap karena mengaku sebagai anggota polisi dan melakukan pemerasan terhadap YAM, 19, warga Pakisaji. Selain SZ, polisi juga mengamankan MS, MLA, dan DS.
Dalam pengakuannya, SZ melakukan pemerasan karena kesal dengan YAM. Sebab, YAM telah mengajak MLA, 20 warga Bandulan, Kota Malang ke sebuah villa.  MLA merupakan pacar SZ sehingga ia sakit hati. "Saya ingin berikan pelajaran ke dia. Soalnya, pacar saya diajak ke villa terus," kata SZ.


Perampasan ini bermula saat korban YAM kenalan dengan MLA melalui media sosial dan berlanjut berkomunikasi melalui WhatsApp (WA). “Kemudian korban mengajak tersangka MLA untuk ketemuan,” jelasnya  Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (19/2)
Ternyata tersangka SZ yang membalas komukasi antara korban dan tersangka MLA. Selanjutnya, tersangka mengajak korban untuk bertemu di tanah kosong di kawasan Bandulan, Kota Malang.

“Lalu tersangka SZ mengajak tersangka lainnya D dan MS untuk menyergap korban,” jelasnya.


Tersangka MS bertugas mengawasi daerah sekitar. Sedangkan tersangka D dan SZ pura-pura menjadi polisi dari Polsek Dau. Kemudian tersangka SZ menodongkan dan memukulkan pistol  mainan ke helm yang dikenakan korban. Sementara itu tersangka D menjegal korban sehingga jatuh tengkurap.
“Saat korban terjatuh, dua tersangka merampas kunci kontak motor, ponsel, dan helm korban. Setelah itu para tersangka melarikan diri meninggalkan korbannya,” jelasnya.


Setelah melakukan aksinya, para tersangka menjual motor Honda Beat milik korban kepada tersangka DS seharga Rp 1,2 juta. Sedangkan ponsel korban dan helm milik korban dijual secara online seharga Rp 650.000.
Atas perbuatannya itu, tersangka SZ, MLA dan MS dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. "Sementara, tersangka DS dikenakan pasal 480 KUHP dengan acaman hukuman penjara empat tahun," tandas dia.(tea/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya





Loading...