Malang Post - Nekat Jualan Malam, Polisi Amankan 25 Orang

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Nekat Jualan Malam, Polisi Amankan 25 Orang

Jumat, 27 Mar 2020

MALANG-Aparat sudah tak kompromi dengan pelaku usaha yang buka hingga malam hari. Begitu juga dengan semua aktivitas kerumunan warga. Polresta Malang Kota (Makota),  Kamis (26/3) tadi malam mengamankan 25 orang karena nekad buka usaha melebihi pukul 20.00 WIB.  
Operasi gabungan tadi malam digelar bersama Kodim Kota Malang dan Pemkot Malang ke sejumlah tempat. Operasi itu merupakan salah satu upaya menghentikan rantai penyebaran virus Corona dengan meniadakan kerumunan massa. 
Setidaknya 25 orang penanggung jawab  usaha digelandang ke Mako Polresta Makota. Para pengusaha tersebut kedapatan masih melakukan transaksi penjualan di luar ketentuan. Tak hanya kafe, beberapa toko retail besar juga kedapatan masih melakukan pelanggaran.
Bahkan, ada yang menempel pengumuman toko buka hingga pukul 21.00. Serta, masih ditemukan beberapa pelanggan yang nongkrong dan menikmati sajian yang ada di kafe. Razia tersebut dilakukan di sepanjang Jalan Bondowoso, Jalan Galunggung, Jalan Kawi hingga Jalan Basuki Rahmat.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Leonardus Simarmata menjelaskan, operasi gabungan tersebut sebelumnya sudah digelar selama tiga hari terakhir. "Tiga hari kemarin, kami memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat. Hari ini, kami naikkan levelnya, langsung kami amankan," tegas Leo. 
Mantan Wakapolrestabes Surabaya itu menjelaskan, dalam operasi gabungan yang dilakukan secara serentak di lima kecamatan itu langsung melakukan penghentian perniagaan dan pembubaran massa. Ketika melihat tempat usaha yang masih buka, mereka langsung berhenti dan mengamankan penanggung jawab perniagaan tersebut. 
"Ada 25 orang penanggung jawab maupun pemilik usaha yang kami amankan. Ini masih terus berjalan," sambung Leo. 
Nantinya, para penanggungjawab tersebut akan dimintai keterangan di kantor polisi. "Serta, kami meminta mereka untuk membuat surat pernyataan agar kejadian hari ini tidak terulang kembali," tegas Leo. 
Ia meminta para pelaku usaha untuk tidak menerima pengunjung yang makan di tempat. "Kami imbau untuk menerima take away saja," lanjut dia. 
Leo menambahkan, razia tersebut akan terus dilakukan. Sebab Kota Malang sudah termasuk zona merah penyebaran Covid-19. "Mudah-mudahan, apa yang kami lakukan ini membuat masyarakat sadar. Kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sehingga penyebaran virus covid-19 bisa ditekan," tandas dia. 


Ciptakan Kawasan Bebas Corona 
Operasi cipta kondisi (Cipkon) Polres Malang memakai hunting system untuk membubarkan kerumunan. Rabu malam (25/3), tim Cipkon Polres Malang menyasar lima kecamatan. Yaitu, Gondanglegi, Turen, Kepanjen, Pakisaji sampai Tajinan. Wakapolres Malang, Kompol Toni Kasmiri memimpin operasi tersebut. “Ini merupakan kegiatan kemanusiaan dalam rangka menindaklanjuti atensi dari bapak Kapolri untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ujar Toni. 
Cipta kondisi Polres Malang, dibagi menjadi dua regu. Tim pertama, bergerak ke Jalan Raya Ngadilangkung Kepanjen (warkop Shinta).
Setelah itu, tim pertama mendatangi Jalan Raya Pepen Mojosari (Bakso Sederhana), Jalan Raya Pakisaji (Nasgor Bian), Jalan Raya Karangduren (Nasgor Cak Met) dan Jalan Raya Tambakrejo (Warkop Snack Tradisional). Semua kerumunan massa, atau pengunjung warung yang berlama-lama nongkrong di lokasi, langsung dibubarkan.
Sementara, regu dua Polres Malang menyasar kawasan Gondanglegi hingga Turen. Beberapa sasaran antara lain warung depan Stadion Kanjuruhan, warung di Jalan Raya Sukosari Gondanglegi Kulon, warung ayam geprek di Gondanglegi Kulon hingga warung kopi depan SPBU Jalan Raya Trunojoyo Gondanglegi.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara terus menerus sampai pencabutan status siaga satu dicabut, tetap laksanakan tugas dengan cara humanis dan tegas,” ujar Toni. Meskipun bertugas membubarkan massa, Polres Malang tetap meminta anggotanya untuk mengutamakan keselamatan diri.
Toni meminta para anggota untuk mencegah kontak dengan masyarakat. Tidak diperkenankan berjabat tangan dan berbicara terlalu dekat untuk menjaga social distancing. Kamis siang (26/3), Polres Malang mendatangi kawasan Kecamatan Dau, tepatnya di perumahan Villa Puncak Tidar, RW 04 Karangwidoro Dau. Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Bebas Corona. 
“Kawasan ini direncanakan jadi Kawasan Bebas Corona. Kawasan ini harus benar-benar steril, dan bebas dari pendatang,” tegas Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. Selain meninjau lokasi yang akan didapuk sebagai Kawasan Bebas Corona, Polres Malang juga membagikan bilik desinfektan, hand sanitizer, masker serta banner imbauan lawan Corona. 
Inisiasi Kawasan Bebas Corona, merupakan perintah dari Kapolda Jatim unutk diterapkan di seluruh wilayah Jawa Timur. Selain kawasan bebas corona, polres di seluruh Jatim, juga harus menetapkan jalur bebas corona. (tea/fin/van) 

Editor : vandri
Penulis : fino

  Berita Lainnya





Loading...