Nasabah Asuransi Bumiputera Menjerit | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 13 Jan 2020,

MALANG - Memasuki minggu kedua awal tahun 2020 ini, terpantau berbagai aduan nasabah Asuransi Jiwa Bersama (AKB) Bumiputera terkait dengan klaim polis yang tak kunjung cair. Beberapa dari mereka bahkan sudah mengupayakan klaim sejak 2018.
Nasabah yang mengalami hal serupa diketahui juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan pada media sosial Facebook terdapat sebuah grup yang diperuntukkan bagi para nasabah Bumiputera yang tidak berhasil melakukan klaim sesuai dengan kontrak yang telah ditandatangani.
Sejumlah nasabah di Malang Raya juga mulai muncul ke publik untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Tak sedikit dari mereka yang mengajak nasabah lain berunjuk rasa ke depan Kantor Bumi Putera terdekat. Bahkan juga ada beberapa nasabah yang membuat petisi online untuk menggalang dukungan masyarakat, sehingga klaim mereka bisa segera dicairkan. Salah satu nasabah Bumiputera yang sedang berupaya untuk mengklaim dana yang disetorkan adalah Rustika Adiningrum, Warga Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang. “Ada 2 polis yang satunya jatuh tempo yang satunya pemutusan. Yang pertama pemutusan saya mulai Januari 2017 sampai sekarang belum cair hampir dua tahun. Yang kedua jatuh temponya harusnya Maret 2019, tetapi sampai sekarang juga belum cair,” ungkapnya pada Malang Post, Senin (13/1).
Perempuan yang akrab disapa Ika ini mengaku sudah melakukan beragam upaya, mulai dari menanyakan ke kantor Bumiputera cabang Batu secara langsung. Sampai dengan mengajukan laporan secara online ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Saya sudah ke Batu menanyakan tapi jawabnya ditunggu aja janjinya september 2019 turun, tapi sampai sekarang tidak cair. Minggu kemarin saya ke Batu lagi, kantornya tutup,” ujar Ibu tiga anak ini.
Ika kemudian menyampaikan harapannya AJB Bumiputera bisa secepatnya mencairkan dana klaim dari para nasabah. Agar persoalannya tidak sampai seperti asuransi plat merah Jiwasraya kesulitan dalam mengembalikan dana para nasabahnya. “Kalau bisa minta tolong dinego bisa cair secepanya. Kita membuka Bumiputera itu dengan harapan apabila anak saya kuliah biayanya ndak terlalu banyak nambahnya. Ini anak pertama masuk semester delapan, anak kedua tahun ini mau kuliah, tapi dananya belum cair,” tandasnya.
Sampai tulisan ini dibuat, sudah ada 129 orang yang menandatangani petisi online pada laman change.org dengan kata kunci ‘Kembalikan Hak Nasabah Bumi Putera.’ Pada petisi tersebut disertakan narasi permohonan pemberian hak nasabah secara utuh.
Disebutkan juga bahwa nasabah AJB Bumiputera berasal dari kalangan menengah ke bawah. Untuk itu, pertimbangan kestabilan ekonomi para nasabah sejatinya harus menjadi perhatian khusus. Perlu diketahui bahwa AJB Bumiputera merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa di Indonesia yang berbentuk badan hukum usaha bersama atau mutual.
Sementara itu, saat Malang Post mendatangi Kantor Cabang Bumiputera Batu di Jalan Bukit Berbunga No 24 Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu tampak tak terawat. Bahkan papan nama Bumiputera juga telah diturunkan.
Pelaksana Tugas Kepala Cabang Bumiputera Kota Batu, Udi menyampaikan kepada Malang Post bahwa tidak bisa memberikan keterangan terkait klaim nasabah yang belum terbayar. "Maaf kami tak bisa memberikan keterangan secara resmi sesuai dengan aturan pusat. Untuk mencari keterangan bisa langsung ke Kantor Wilayah Bumiputera di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang atau ke Dept. Komunikasi di Jakarta," terangnya.
Dari data yang didapat Malang Post, Bumiputera Kota Batu memiliki sekitar 770 nasabah yang belum terbayarkan klaimnya oleh pihak Bumiputera. Sampai dengan saat ini pihak Bumi Putra Kota Batu belum bisa membayarkan Nilai Klaim Nasabah. (asa/eri/feb/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Redaksi



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...