Miliki Dua Kursi, PPP Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 17 Des 2019

MALANG - DPC PPP Kabupaten Malang ternyata tidak mau hanya jadi penonton dalam Pilkada 2020 nanti. Meskipun hanya mendapat dua kursi dalam Pileg 2019 lalu, namun partai berlambang Ka'bah ini, juga siap maju bertarung dalam perebutan kursi pimpinan pemerintahan Kabupaten Malang.
Secara diam-diam, DPC PPP telah menjaring calon kepala daerah (Cakada). Saat ini, sudah ada tiga orang yang mendaftar. Dua orang mendaftar sebagai wakil kepala daerah, sedangkan satu orang mengajukan diri sebagai Cakada.
"Selama dua pekan ini, sudah ada tiga orang yang mendaftar. Pendaftaran kami buka karena DPC PPP ingin memfasilitasi para calon yang mau maju. Nantinya pendaftaran akan kami tutup sampai akhir Desember," ungkap Ketua DPC PPP Kabupaten Malang, Ahmad Daniyal.
Tiga orang yang sudah mendaftar adalah Muhammad Fajar ST, warga asal Surabaya. Tenaga Ahli Managemen Propinsi Jatim ini, mendaftar sebagai Cakada. Lalu, H. Yahya, seorang pengusaha yang juga alumni Ponpes Sidogiri, Pasuruan.
Terakhir adalah Drs. Jufri Muhammad Adi, SH, MA, warga Kecamatan Lawang. Advokad dari Peradi Malang ini mendaftar sebagai wakil sama dengan H. Yahya. Jufri baru menyerahkan berkas pendaftarannya, Selasa (17/12) siang di kantor DPC PPP Kabupaten Malang, Jalan Raya Talangagung, Kepanjen.
Dikatakan Daniyal, untuk bisa maju dengan mengusung calon sendiri, PPP setidaknya harus berkoalisi dengan Parpol lain. Karena minimal untuk bisa mengusung calon, harus memiliki 10 kursi.
Namun, dengan Parpol mana akan berkoalisi, Daniyal masih menjalin komunikasi. Selama ini, di parlemen DPRD, PPP menjadi satu fraksi dengan Nasdem dan Demokrat. "Tetapi parlemen itu tidak mengikat. Karena keputusannya tergantung pada DPP. Namun kami sudah komunikasi dengan Parpol lain, salah satunya Gerindra," jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa majunya PPP dalam Pilkada 2020, karena ingin membesarkan PPP pada lima tahun ke depan. "Selain itu, kami juga ingin berkontribusi untuk Kabupaten Malang. Setidaknya membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Malang," paparnya.
Sementara, sebelum mendaftar di DPC PPP, Jufri Muhammad Adi, sebelumnya juga pernah mendaftar sebagai Cakada di Partai Nasdem. Alasan dia mencalonkan, karena ingin merubah tradisi kepemimpinan di Kabupaten Malang.
Menurutnya, masih banyak terjadi KKN di wilayah yang cukup luas. Pilkada 2020 nanti, harus ada kesempatan orang luar untuk menjadi Bupati Malang. Tidak hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja.
"Saya melihat di Kabupaten Malang ini masih banyak terjadi KKN. Karena itu, saya memberanikan maju untuk membersihkan praktek tersebut," ujar Jufri.
Selain itu, Jufri menilai bahwa perkembangan Malang Utara dengan Malang Selatan tidak seimbang. Padahal potensi di Malang Selatan jauh lebih besar. Tidak hanya pertanian dan kelautan, tetapi juga bisa dikembangkan industri untuk mendongkrak perekonomian warga.
"Karena itulah diperlukan pemimpin yang memiliki integritas tinggi, moral, paham hukum serta anti dengan KKN," pungkasnya. (agp/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Agung






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...