Malang Post - Milenial yang Hobi Minum Jamu

Kamis, 09 April 2020

  Mengikuti :


Milenial yang Hobi Minum Jamu

Kamis, 12 Des 2019

Jika membutuhkan vitamin untuk daya tahan tubuh, banyak milenial terbiasa meminum suplemen atau membeli minuman mengandung vitamin. Namun, hal berbeda justru dilakukan oleh Delaneira Humaira. Perempuan berusia 21 tahun ini justru memilih untuk meminum jamu, minuman tradisional yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
“Kebetulan, dari kecil memang sudah terbiasa minum jamu. Keluarga besar saya juga masih rutin meminum jamu buatan sendiri,” aku dia kepada Malang Post.
Dia menguraikan, jamu yang ia konsumsi memiliki jenis yang beragam, tergantung dari kebutuhan dan bahan yang tersedia di dapurnya.
“Misalnya, kalau lagi halangan, saya bikin jamu yang terdiri dari kunyit dan sirih. Sementara, kalau sedang tidak enak badan, bikin campuran jahe atau temulawak. Tergantung kebutuhan,” ujar dia sambil terkekeh.
Ketika merasakan nyeri dan langsung meminum jamu, ia merasa tubuhnya langsung kembali segar. “Begitu minum jamu, langsung segar. Selama ini, ketika meminum jamu nggak pernah ngerasa pahit, malah enak. Bikin semakin sehat,” bebernya, kali ini dengan tertawa.
Menurut perempuan yang hobi membaca buku ini, dirinya suka minum jamu lantaran memiliki banyak manfaat bagi perempuan. “Biasanya, kalau habis melahirkan, biasanya kan suka melar. Nah, kalau di keluargaku cepet baliknya karena minum jamu. Selain itu, olahan dari minyak kemiri atau minyak kelapa juga bisa menyuburkan rambut,” papar perempuan yang kuliah di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya ini.
Delaneira menambahkan, olahan bahan tradisional juga memberikan pengaruh terhadap kecantikan dan perawatan tubuh. “Racikan olahan bahan tradisional dari Indonesia itu cocok untuk kulit dan tubuh kita. Malah anak muda sekarang tertarik dengan skin care yang instant dan berasal dari luar negeri,” terang dia.
Meski memberikan efek yang cukup lama, ia menilai, perawatan dari bahan tradisional lebih bermanfaat tanpa menimbulkan efek samping. “Kalau jamu atau skin care tradisional, memang lebih lama terasanya. Tapi, nanti ketika tua baru ngerasain semua manfaatnya,” papar perempuan berambut panjang ini.
Menurutnya, bahan-bahan pembuat jamu seringkali terdiri dari tanaman yang memiliki kandungan vitamin C tinggi. Sehingga baik untuk mencerahkan kulit dan membuatnya lebih kencang. “Jamu juga berkhasiat untuk mencegah jerawat dan bau badan,” ungkap dia.
Ke depan, perempuan yang juga Wakil III Mbakyu Kota Malang 2019 ini juga akan membangun wirausaha jamu. Sebab, ia ingin mengenalkan kembali manfaat jamu untuk kesehatan tubuh sekaligus kecantikan.
“Resep jamu dari nenek moyang yang sudah turun temurun bisa dikembangkan. Sebab, jamu terbuat dari bahan tradisional yang sudah ada dan anti bahan kimia, seperti skin care instant zaman sekarang,” tandas dia.(tea/ary)

Editor : Bagus
Penulis : amanda

  Berita Lainnya





Loading...