Menata Kepanjen Ibu Kota Kabupaten, Dimulai dari Revisi Perda RTRW Kabupaten Malang dan RDTRK Kepanjen | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 11 Nov 2019,

Diskusi rutin Malang Post yang digelar Jumat (8/11) lalu mengusung tema Menata Kepanjen Sebagai Ibu Kota Kabupaten Malang. Dipimpin Pemred Malang Post Dewi Yuhana, diskusi ini berlangsung menarik. Apalagi diawali dengan fakta bahwa 11 tahun sejak ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Malang, Kepanjen masih belum berubah.

Narasumber yang hadir, Ketua DPRD Kabupaten Malang H. Drs. Didik Gatot Subroto MM, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Ciptakarya (DPKPCK) Dr. Ir. Wahyu Hidayat  MM, Plt Kepala Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Ir. Avicenna Medisica Sani Putera MT, Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Kusuma, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Malang Indah Sulistyawati, pemerhati tata kota Arief Setiawan dan pakar komunikasi Sugeng Winarno.
Paparan awal disampaikan oleh Kepala DPKPCK Kabupaten Malang Wahyu Hidayat. Kepanjen telah ditetapkan menjadi ibu kota Kabupaten Malang sesuai dengan PP no 18 tahun 2008. Namun demikian, selama 11 tahun setelah PP keluar, perkembangan Kepanjen belum berjalan maksimal. Bahkan bisa dikatakan stagnan.
Bukan Pemkab Malang tidak memikirkan. Namun ada beberapa kendala, yang memang membuat pembangunan  Kepanjen ini belum bisa wah atau selayaknya ibu kota. Dalam paparannya, Wahyu pun merinci persoalan yang ada, terkait dengan perkembangan Kepanjen sebagai ibu kota.
Pertama adalah kondisi geografis Kepanjen, yang dibatasi oleh Sungai Metro. Dijelaskan Wahyu, bahwa ketika itu, dia masih dinas di Bappeda. Mencari pola untuk pembangunan Kepanjen.  ”Bingung waktu itu, karena ke barat terkena sungai, ke timur juga demikian. Hingga akhirnya, kami memiliki cara, yaitu membangun Jalan Lingkar Barat (JLB),’’ katanya.
Namun pola itu juga terkendala, salah satunya adalah anggaran. Hingga akhirnya, Wahyu dapat menembus Kementerian PUPR, untuk meminta bantuan anggaran.
”Jalan Lingkar Barat ini dibangun, tapi saat itu ketentuannya harus ada akses. Sehingga kami bangun Perumahan PNS. Jadi jalan lingkar barat itu tadinya dibangun anggaran awalnya dari kementerian,’’ ungkap Wahyu.
Namun demikian, meski sudah ada JLB, namun pembangunan di wilayah ini belum juga berjalan bagus atau terkesan stagnan. Justru Kabupaten Blitar,Bangil, Pasuruan, dan Kraksaan Kabupaten Kabupaten Probolinggo lebih berkembang. Padahal, mereka studi banding Perda ke Kabuten Malang.
Kedua tidak ada dukungan dari Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Menurut Wahyu, saat ini pembangunan di Kabupaten Malang sangat pesat. Tapi itu tidak didukung dengan RTRW yang mumpuni. Tidak terkecuali juga dengan Kepanjen.
”Karena itu, saat ini kami sedang mengusulkan adanya revisi RTRW. Karena Perda RTRW yang disahkan pada tahun 2014 lalu sudah tidak bisa lagi digunakan saat ini. Harus ada perubahan, agar pembangunan tidak terkendala,’’ ungkapnya.
Wahyu mengatakan, revisi Perda RTRW ini sendiri sudah memasuki tahap Peninjauan Kembali (PK). Dia mematok target, untuk revisi RTRW ini dapat selesai tahun 2020 mendatang. Selain itu, pihaknya juga sedang mengusulkan revisi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kepanjen. Di mana  menurut dia, meski dalam Perda Kepanjen di tetapkan sebagai ibu kota, namun RDTRnya juga belum mendukung.
”Mau tidak mau harus dilakukan revisi. Apalagi saat ini sudah ada Tol, ada KEK, ada BOP. Maka sudah dipastikan, wilayah Kabupaten Malang ini akan sangat pesat,’’ katanya.
Apalagi menurut Wahyu, ada rencana pembangunan tol Malang Kepanjen. ”Kalau RTRW nya belum ada, pasti pembangunan itu tidak akan berjalan. Makanya itu, penting bagi kami menyelesaikan revisi RDTRK ini,’’ ungkap Wahyu.
Selain itu, Wahyu juga mengatakan, untuk menjadi ibu kota, ada banyak yang harus disiapkan juga. Di antaranya adalah meningkatnya status rumah sakit, adanya perguruan tinggi dan lainnya. Tapi demikian, di Kabupaten Malang pun juga ada RPJMD di mana pembangunannya juga dipusatkan di Kepanjen. Yaitu Kepanjen Convention Center (KCC), Jalan Tembus dan alun-alun.(ira/ary/bersambung)

Editor : bagus
Penulis : ira






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...