Membangun Pendidikan Akidah pada Anak Tunarungu | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Membangun Pendidikan Akidah pada Anak Tunarungu

Jumat, 24 Jan 2020,

Perkembangan teknologi saat ini sangatlah pesat. Bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok kehidupan manusia. Dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi. Baik anak-anak, remaja, dewasa sampai manula semua bergantung pada teknologi.  Demikian juga dengan anak berkebutuhan khusus. Mereka juga mengikutinya.

            Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang harus kita hadapi dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan beriringan dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Banyak memberikan kemudahan dalam melakukan berbagai aktivitas.kehidupan sehari-hari. Dapat mencari dan mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat. Bisa juga menjadikan sarana hiburan. Di sisi lain dampak negative yang terjadi juga mengerikan. Mudahnya mendapatkan informasi yang kurang mendidik akibat penyalahgunaan fungsinya, terutama di bidang alat komunikasi.

           Akibat dampak negative dari perkembangan teknologi, tingkat kerawanan anak tunarungu lebih tinggi dibanding dengan anak pada umumnya. Hal itu disebabkan kurang pahamnya mereka terhadap lingkungan social, komunikasi, dan pemahaman terhadap dirinya sendiri, sehingga penanaman akidah sangatlah penting bagi mereka untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Pendidikan akidah merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada anak tunarungu yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.

           Pembangunan akidah sebenarnya sudah lama menjadi kebijakan dan diintervensikan dalam pendidikan. Kita mengenal pendidikan agama, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral pancasila, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan kepribadian, kegiatan intra maupun ekstrakurikuler yang membangun karakter, seperti pramuka atau pencinta alam. Di lingkungan masyarakat maupun keluarga sebenarnya upaya menumbuhkan karakter yang baik telah banyak dilakukan, seperti sopan santun, jujur, atau bertanggung jawab. Namun demikian, upaya-upaya itu belum secara luas tampak dalam kehidupan sehari-hari, dan belum menjadi karakter yang menyatu dengan pribadi keseharian

Maka dari itu wali kelas sebagai tokoh sentral dari kegiatan ini dituntut untuk mampu mewujudkan manusia yang taat beragama dan berakhlak mulia, yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah,cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin dan bertoleransi, menjaga keharmonisan secara personal dan social serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. Nilai-nilai tersebut harusdikembangkan dalam budaya komunitas sekolah.Dalam pelaksanaannya harusada komitmen bersama antara guru dan siswa.

Salah satu bagian terpenting bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunarungu adalah pendidikan agama, sehingga anak tidakhanya mendapatkan pendidikan  jasmani saja tetapi juga pendidikan rohani. Penanaman akidah disini bertujuan agar anak mampu memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama dengan benar dan baik, dan mampu menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antara umat beragama dalam masyarakar untuk mewujudkan persatuan nasional. Dengan ditanamkannya nilai-nilai agama padaanak tunarungu tentu akan membantu mereka menumbuhkan motivasi dalam menjaaaalani hidup dengan keterbatasan yang dimilikinya.

Mengingat kondisi anak tunarungu yang memiliki keterbatasan kemampuan dan juga pendengaran maka perlu diadakan dengan pendekatan pembiasaan. Strategi dalam membangun pendidikan akidah anak tunarungu di sekolah dapat dilakukan melalui pembiasaan menghafal bacaan-bacaan sholat. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru mengajak siswa untuk mengaji bersama bacaan-bacaan sholat. Pertama-tama guru menuliskan bacaan  niat sholat dan membacakannya, kemudian siswa menirukan. Selanjutnya siswa terus membacanya berulang-ulang kali sampai hafal, kemudian siswa disuruh maju ke depan kelas secara bergantian untuk membacanya tanpa melihat teks. Esoknya anak disuruh menghafal ulang, setelah itu lanjut pada bacaan sholat berikutnya. Terus sperti itu setiap harinya.hingga akhir bacaan sholat yaitu bacaan salam. . Siswa tidak hanya menghafal bacaan-bacaannya saja tetapi juga diajarkan untuk mengetahui artinya sehingga mereka mengerti apa makna yang terkandung pada setiap doa yang dibacanya.

 Begitu seterusnya, step by step sehinggan anak mampu mengucapkan bacaan-bacaan sholat dengan benar dan baik tanpa melihat teks.  Jika bacaannya panjang dan anak tidak mampu menghafal dengan keterbatasan waktu yang diberikan di sekolah, maka anak diberi tugas untuk menghafal di rumah.

Disamping itu guru dengan persetujuan Kepala Sekolah membuat draf kesepakatan berikut konsekwensinya aantara siswa, guru, dan orang tua murid.Isi kesepakatan intinya tentang tata tertib yang harus dijalani dan dipatuhi siswa baik di sekolah maupun di rumah. Salah satu contoh, siswa tidak boleh membawa HP di sekolah, jika di rumah boleh bermain HP tetapi hanya tiap hari libur yaitu hari sabtu dan minggu (Sekolah Full Day). Itupun dengan akumulasi waktu 2 jam sehari. Kalau siswa melanggar, konsekwensinya tidak boleh pegang/bermain HP selama 2 minggu.

Semua itu dilakukan siswa dengan bimbingan orang tua jika mereka berada di rumah.

Orang tua merupakan  lingkungan yang terdekat dengan anak yakni lingkungan keluarga. Peran keluarga tidak dapat terlepas dalam membantu perkembangan dan pertumbuhan anak. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan tumbuh kembang anak yang pertama. Dalam keluarga inilah anak pertama kali mendapat didikan dan bimbingan. Tugas utama dari keluarga ialah merupakan peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Lingkungan yang baik untuk anak usia dasar adalah lingkungan yang mendukung anak untuk melakukan suatu kegiatan. Faktor pembawaan atau bakat memungkinkan pada seorang anak untuk berkembang menjadi sesuatu. Pembawaan hanya merupakan potensi-potensi hanya merupakan kemungkinan-kemungkinan. Berkembang atau tidaknya potensi yang ada pada seorang anak, ini masih tergantung kepada orang lain, tanpa adanya potensi-potensi itu tidak mungkin terjadi suatu perkembangan. .Singkat kata dengan bimbingan dan dukungan orang tua di rumah serta peran serta masyarakat secara menyeluruh  anak semakin termotivasi untuk rajin menghafal dan mematuhi draft kesepakatan berikut konsekwensinya.

Kegiatan pembiasaan menghafal dan mematuhi draft kesepakatan ini dilakukan dengan harapan membawa suatu kebaikan dan keberkahan, khususnya pada diri anak. Membaca sekaligus menghafal merupakan amalan yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari pada lingkungan sekolah kami. Pembiasaan agama sangatlah penting untuk diterapkan pada. anak tunarungu. Pembiasaan agama akan memasukkan nilai-nilai positif pada pertumbuhan anak, khususnya anak tunarungu kelas enam di SLB YPPABK Ngawi.Dan Alhamdulillah sejauh ini hasilnya sangat menyenangkan. Anak-anak enjoy menjalaninya dan dampak penggunaan HP di rumah luar biasa menggembirakan. Begitu laporan dari beberapa para orang tua murid. Kegiatan pembiasaan ini mampu memberikan rasa tenang dan tentram, tidak hanya pada siswanya tetapi juga pada gurudan orang tua murid.

Kegiatan pembiasaan ini ,rutin dilaksanakan setiap hari lima belas menit sebelum kegitan belajar mengajar, dengan tujuan anak-anak mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan memberikan dampak yang positif terhadap suasana batin atau jiwa yang tentram . Kondisi ini sangat mendukung bagi terbentuknya kepribadian anak tunarungu yang utuh, sehat, dan produktif, sehingga menjadi insan yang akhlakul karimah, yaitu akhlak yang baik bagi pribadi dan masyarakat.. (*)

Oleh : Anggarini Mardihari,S.Pd.

 Guru SLB YPPABK Ngawi

Editor : Redaksi
Penulis : nggarini Mardihari

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...