Malang Post - Masa Belajar Siswa Madrasah di Rumah Diperpanjang

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Masa Belajar Siswa Madrasah di Rumah Diperpanjang

Rabu, 25 Mar 2020

MALANG - Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di madrasah menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Dalam upaya pencegahan dan meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Covid-19, masa belajar siswa di rumah yang awalnya ditetapkan sampai tanggal 29 Maret, diperpanjang hingga 5 April.


Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenang Kota Malang, Drs. Sutrisno, M.Pd. Berdasarkan Surat Edaran  dari  Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur nomor B- 1752/Kw.13.1.2/KP.01/03/2020., maka pihaknya menetapkan masa belajar di rumah diperpanjang.
“Kami juga mengikuti aturan yang sama sesuai surat dari Kanwil Jawa Timur,” katanya.


Ia menambahkan, meski masa belajar di rumah bagi siswa diperpanjang, tugas guru dan tenaga pendidikan kembali normal per tanggal 30 Maret. Mereka melakukan monitoring pembelajaran dari madrasah, tidak lagi dari rumah masing-masing.
“Jadwal pembelajaran di rumah peserta didik dari semua tingkat RA, MI, MTs dan MA, diperpanjang sampai dengan tanggal 5 April 2020, adapun bagi guru dan tenaga kependidikan kembali melaksanakan tugas pada masing-masing satuan kerja per tanggal 30 Maret,” ucapnya.


Sutrisno menjelaskan, tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dalam masa belajar di rumah disesuaikan dengan kurkulum agar tidak menyimpang dari materi yang sudah diancang. Para guru juga harus memonitor belajar siswa serta mempertimbangkan waktu dan tingkat kesulitan materi yang diajarkan. “Jadwal  diprogramkan sesuai Kurikulum yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan waktu dan tingkat kesulitan. Sehingga tidak memberatkan anak, baik dari aspek teknis maupun substansi pembelajaran,” terangnya.


Demi terlaksananya aturan tersebut, Sutrisno menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif melalui teknologi informasi dan komunikasi, untuk memastikan setiap satuan pendidikan, negeri maupun swasta. Agar seluruh satuan pendidikan tetap melakukan proses pembelajaran baik melalui sistem Dalam Jaringan (Daring) maupun penugasan terstruktur. “Tugas pemantauan ini juga berlaku bagi para Pengawas dan Kepala Madrasah,” imbuhnya.


Ia berharap selama masa belajar di rumah kepala madrasah dan guru melakukan komunikasi secara intensif dengan orang tua wali siswa. Sebab bagaimanapun, pembelajaran di rumah tidak bisa dilakukan hanya mengandalkan monitoring guru di madrasah. Perlu peran serta orang tua yang sangat menentukan terhadap keberhasilan proses pembelajaran tersebut. (imm/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...