Malang Post - Manuver PDIP Tunggu Rekom DPP

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Manuver PDIP Tunggu Rekom DPP

Jumat, 14 Feb 2020

MALANG – PDI Perjuangan Kabupaten Malang masih pasif dalam percaturan politik Kabupaten Malang. Sebagai partai penguasa parlemen, PDIP yang memiliki 12 kursi di DPRD Kabupaten Malang, belum juga menunjukkan tajinya dalam perebutan menuju Peringgitan tahun 2020.
DPC PDIP Kabupaten Malang, tegak lurus, manut dengan perintah dari DPP. Sampai sekarang masih belum ada (rekom),” ujar Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Kabupaten Malang Dra Tutik Yunarni, kepada Malang Post, Kamis (13/2).
Menurut Yunarni, DPP memiliki kewenangan untuk menentukan jatuhnya rekom kepada siapa. Meski saat ini sudah muncul beberapa nama, seperti Sri Untari, Yunarni menegaskan DPC PDIP Kabupaten Malang, belum menerima surat rekomendasi secara resmi.
Meski demikian, DPC PDIP Kabupaten Malang telah melakukan mekanisme yang diperlukan untuk memberi opsi kepada DPP maupun DPW dalam menjatuhkan rekom.
“Kan sudah ada penjaringan, yang dilakukan oleh PDIP, dan delapan nama muncul,” ujar wanita yang juga anggota DPRD Kabupaten Malang fraksi PDIP itu.
Delapan nama ini muncul dalam proses penjaringan bakal calon yang dilakukan DPC PDIP Kabupaten Malang pada tahun 2019 lalu. Yakni, Didik Budi Mulyono (Sekda Kabupaten Malang), Dr.Hasan Abadi (Rektor Unira), Wibi Dwi (pengusaha), Wahyu Eko S (pengusaha), Hendik Arso (Kades sekaligus kader internal PDIP), Juma’ali (Wakil Ketua Lesbumi PBNU), Diki Sulaiman (Ketua Kadin Kota Malang), dr.Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang dan Direktur RSUD Kota Malang).
“Siapapun penerima rekomnya, akan mendapatkan surat dari DPP, DPW dan DPC. Yang pasti sebelum dibukanya pendaftaran KPU, akan turun rekom itu,” tambahnya.
Sementara itu, hal senada diungkapkan oleh Ketua Bidang Public Relation PDIP Kabupaten Malang, Santoko, dikonfirmasi terpisah. Dia pun menegaskan, PDIP Kabupaten Malang, sepenuhnya menanti keputusan DPP soal rekom Kabupaten Malang. Manuver apapun yang akan dilakukan PDIP, sangat bergantung pada rekom dari DPP. “Masih belum, menunggu DPP,” tuturnya.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira

  Berita Lainnya





Loading...