Malang Post - Lengah di Awal Babak II

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Lengah di Awal Babak II

Kamis, 24 Okt 2019

BOGOR – Arema FC akhirnya mendapatkan satu poin dari lawatannya ke markas PS Tira Persikabo. Tim Singo Edan bermain imbang 1-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis (24/10). Sempat unggul lebih dulu di babak pertama, Arema lengah dan kebobolan di babak kedua.
Arema tampil mendominasi di babak pertama. Meskipun tidak tampil agresif dan terlihat pelan-pelan membongkar pertahanan tuan rumah, namun Arema memiliki beberapa kesempatan menekan Tira Persikabo.

   Baca juga : Aremania dan Kabomania Bersaudara
Hasilnya di menit 30’, berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi Makan Konate, heading dari Ahmad Nur Hardianto mampu menembus gawang yang dikawal Angga Saputro. Arema pun semakin percaya diri di babak pertama. Sayangnya, tidak ada gol tambahan tercipta sampai jeda pertandingan.
Di babak kedua, Arema justru memulai dengan tidak bagus. Mereka di bawah tekanan tim tuan rumah. Nyaris sekitar 15 menit, Hamka Hamzah dkk banyak berkutat di lini pertahanan. Sampai akhirnya kebobolan di menit 59’ melalui tendangan bebas Wawan Febrianto.
Usai skor 1-1, Arema baru perlahan mendominasi permainan lagi. Sayangnya beberapa peluang emas dari Dendi Santoso, Makan Konate hingga Jayus Hariono, tak ada yang menjadi gol dan Arema harus pulang membawa satu poin di markas Laskar Padjajaran.
“Kami membuka laga dengan bagus. Kami mengontrol pertandingan dan mencetak gol. Tidak banyak ruang pada tim lawan,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.

   Baca juga : Imbang di Kandang, RD Kecewa
Hanya saja, dia menyesalkan ketika memulai babak kedua dengan tidak baik. Arema berada di bawah tekanan tuan rumah sampai akhirnya kebobolan.
“Kami mendapatkan serangan di 15 menit awal dan kami kebobolan gol cantik tendangan bebas dari pemain tuan rumah. Setelah itu kami menguasai lagi, tetapi tidak ada gol pada kami punya tiga peluang emas,” paparnya.
Menurutnya, satu poin tersebut terlihat sangat maksimal. Sebab, ia tidak memungkiri, timnya harus berjuang keras dalam laga ini untuk bisa mendapatkan poin. Arema tidak datang dengan bermain parkir bus.
“Apresiasi kepada pemain atas satu poin ini. Sangat susah bermain tiga kali dalam sebelas hari. Kami sudah mendominasi, tetapi tidak menang. Sayang memang,” sebut pria dengan sapaan akrab Milo tersebut.
Namun, dia tetap mensyukuri satu poin tersebut. Artinya, Arema membawa poin dua dari rangkaian tiga kali away melawan tim yang terhitung berat. Dua tim yang kini posisinya di atas Arema, yakni Persipura dan PS Tira Kabo, serta ditambah PSM Makassar.
Hal yang sama diakui Arthur Cunha. Timnya bisa mendapatkan satu poin, sudah maksimal. Ia tidak mengelak timnya mulai kelelahan dengan tiga laga beruntun dan semua terjadi kandang lawan.
“Saya pikir satu poin hasil yang bagus. Kami melalui tiga laga dalam 11 hari, ditambah perjalanan. Pasti capek,” ujarnya.
Menurut dia, dalam laga timnya sudah berusaha maksimal. Babak pertama, pemain fight karena tenaga masih penuh. Namun, di babak kedua, fisik pemain tidak bisa dibohongi.
“Babak pertama kami masih fit, ada tenaga. Babak kedua, pemain mulai capek. Tapi menurut saya, hasil ini bagus untuk Arema,” tambah dia. (ley/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : stenley

  Berita Lainnya





Loading...