Malang Post - Lalai Akibatkan Ratusan Siswa Terseret Air Sungai, Satu Pembina Pramuka Tersangka

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Lalai Akibatkan Ratusan Siswa Terseret Air Sungai, Satu Pembina Pramuka Tersangka

Minggu, 23 Feb 2020

JOGJAKARTA - Polda DIJ menetapkan satu tersangka berinisial IYA terkait insiden hanyutnya ratusan siswa SMPN 1 Turi saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman, Jumat (21/2). Penetapan tersangka  IYA yang merupakan pembina Pramuka itu dilakukan Sabtu (22/2).

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Yuliyanto menjelaskan penetapan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan unsur kelalaian. Sehingga menimbulkan korban meninggal dan luka-luka. Berdasarkan bukti dan keterangan saksi, IYA terindikasi kuat bersalah. Dalam kasus ini perannya sebagai pembina Pramuka.

“Sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan untuk terperiksa atas nama inisial IYA. Saat ini statusnya sudah resmi sebagai tersangka,” jelasnya,

Dalam kasus ini IYA diganjar dengan dua pasal sekaligus. Pertama Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Meninggal Dunia. Adapula Pasal 360 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Orang Lain Luka-Luka.

Terkait detail kesalahan, perwira menengah dengan tiga melati di pundak ini belum berbicara banyak. Hanya saja dia membenarkan profesi IYA sebagai guru olahraga SMPN 1 Turi. Saat kejadian, pelaku justru meninggalkan lokasi susur sungai.

“Iya guru olahraga di sekolah. Belum lakukan penahanan karena masih proses penyidikan. Ditahan atau tidak kami lihat dari pertimbangan penyidik, dugaan sementara kelalaian,” ujarnya.

Ditreskrimum Polda DIJ telah memeriksa total 13 saksi. Tujuh di antaranya pembina Pramuka termasuk IYA. Tiga saksi berasal dari Kwarcab Pramuka Sleman. Adapula tiga saksi lain adalah warga dan pengelola outbond Sungai Sempor.

Terkait ketujuh pembina, enam di antaranya menuju lokasi Sungai Sempor dan satu pembina tetap di sekolah. Dari keenam pembina, empat di antaranya turun ke sungai, satu pembina menjaga titik finish dan satu pembina pergi meninggalkan lokasi.

“Jadi IYA ini sempat sampai lokasi, tapi begitu sampai lokasi malah pergi meninggalkan lokasi susur sungai. Belum tahu untuk urusan apa tapi jelas ada kelalaian karena meninggalkan anak asuhnya,” kata dia.

Proses penyelidikan terungkap jarak susur sungai mencapai satu kilometer. Sayangnya para siswa hanyut sebelum tiba di lokasi finish. Penyebabnya adalah datangnya arus sungai deras dari hulu.

 Pusdalops BPBD DIJ mencatat total murid yang melakukan aktivitas susur sungai berjumlah 249 murid dengan rincian kelas 7 sejumlah 124 murid dan dan kelas 8 sejumlah 125. Posko mencatat 216 murid selamat sedangkan 23 murid luka-luka.

Sementara itu, perkembangan terkini murid yang menjadi korban meninggal berjumlah delapan murid dan dua lainnya belum terkonfirmasi.

Insiden ini bermula ketika sejumlah murid yang tergabung dalam kegiatan pramuka melakukan penyusuran Sungai Sempor. Arus deras dan volume air sungai meluap secara tiba-tiba dari hulu sungai. Arus deras dan volume air ini akhirnya menghanyutkan peserta susur sungai hingga mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan luka-luka.(jpg/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : jpg

  Berita Lainnya





Loading...