Lakukan Riset Berkelanjutan di Kayutangan | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Lakukan Riset Berkelanjutan di Kayutangan

Senin, 20 Jan 2020,

KAMPUNG Heritage Kayutangan ditetapkan sebagai ibu kota heritage Malang Raya pada Agustus 2019 lalu. Namun jauh hari sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT sudah melakukan riset tentang kawasan legendaris itu. Bahkan kini dibukukan dengan judul ‘Potensi Kampung Heritage Kayutangan sebagai Destinasi Wisata di Kota Malang.’
Buku itu di-launching bertepatan dengan pengukuhan Prof  Lalu sebagai guru besar bidang Ilmu Arsitektur pada jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITN Malang. Ia menjadi profesor aktif ke-2 di kampus yang berlokasi di Jalan Sigura-gura ini.
Usai pengukuhan, banyak target yang akan dikejar Prof. Lalu. Terutama dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu sebagai guru besar di ITN, ada dua aspek yang perlu dibenahi, yakni secara internal dan eksternal. “Secara internal sebagai dosen arsitektur saya akan mengakomodir ilmu terhadap mahasiswa, agar mereka juga memiliki skill dan keterampilan hebat tak kalah dengan gurunya,” kata Prof. Lalu.
Sementara dari segi eksternal, Prof. Lalu berupaya mengimplementasikan ilmunya kepada bangsa dan negara atau paling tidak di lingkungan tempat tinggal. Tak hanya itu,  tahun 2020 ini juga dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitiannya tentang kawasan Kampung Heritage Kayutangan.
Penelitian ini telah berjalan di tahun ke dua. Tahun pertama riset tersebut mengulas tentang potensi Kampung Heritage Kayutangan sebagai destinasi wisata di Kota Malang. Berdasarkan analisa secara kualitatif,  hasil riset tersebut menunjukkan bahwa wisata bisa  berupa bangunan, wisata  religi hingga wisata kuliner. “Tahun 2020 ini akan melanjutkan penelitian di Kampung Heritage Kayutangan, riset tahun kedua dan ketiga lebih mengarah kepada meneliti bangunannya secara kuantitatif,  mengukur kembali bangunan yang ada, termasuk tinggi dan lebar dan seterusnya. Sehingga menjadi potensi yang betul-betul valid di tahun 2020,” urai ayah empat anak ini.
Prof. Lalu berharap Kampung Heritage Kayutangan menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat. Melalui penelitian tersebut, sekaligus menjadi upaya agar bangunan-bangunan yang ada di kawasan itu tetap lestari dan terjaga hingga bisa dinikmati generasi mendatang.
“Untuk itu, bangunan-bangunan kolonial di area Kampung Heritage Kayutangan dan di Koridor Kayutangan harus dijaga bersama. Sekaligus menjaga kearifan lokal yang kita miliki di Kota Malang dengan cara mencari tahu atau menggali potensi secara bijak dan sesuai dengan aturan berlaku,” tegas Prof. Lalu.
Alumnus S3 Universiti Teknologi Malaysia (UTM) ini berkomitmen mempertahankan masing-masing kawasan melalui penelitian-penelitian tentang arsitektur kota. Terutama di Kota Malang yang memiliki banyak potensi, yang memberikan dampak baik secara sosial maupun ekonomi bagi lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.  (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...