Malang Post - Kuasai Tari dan Make Up

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Kuasai Tari dan Make Up

Sabtu, 18 Jan 2020

MALANG - Masuk sanggar tari tradisional sejak TK hingga saat ini berusia 23 tahun, tari adalah hobi dan bagian hidupnya. Tak hanya berkecimpung di tari tradisional, perempuan dengan nama lengkap Daniar Hafri Ahsani ini juga menguasai tari modern, salsa hingga hip hop.
Keterampilannya menari tak perlu diragukan. Sebab sejak SMP hingga SMA, Daniar kerap megikuti  lomba dan meraih medali. Piagam penghargaan yang ia kumpulkan sejak SMP tersebut bahkan membawanya ke salah satu SMA favorit di Kota Malang.
“Piagam penghargaan baik di tingkat provinsi maupun nasional yang aku dapatkan selama di SMA juga bermanfaat untuk masuk perguruan tinggi di Universitas Negeri Malang (UM) jurusan Pendidikan Seni Tari dan Musik,” ujar Daniar.
Di kampus tersebut, ia semakin banyak belajar jenis tari. Mulai tradisional, modern, tarian nusantara dan tarian barat. Di tengah aktivitas kuliah, Daniar mengikuti sanggar Budi Ayuga dan membawanya menjadi penari latar di beberapa stasiun televisi. Acara yang pernah ia jajaki antara lain Dangdut Akademi, Dangdut Pantura, dan Anugrah Dangdut Indonesia.
Sering menjadi penari latar di televisi, tentu memberinya banyak pengalaman dan peningkatan skill menari. Pengalaman menarik yang sampai saat ini masih membekas dalam benaknya yakni saat tampil di stasiun tv nasional, lantaran jeda waktu tarian pertama dengan kedua sangat terbatas, hanya hitungan menit.
“Jeda waktunya pendek, gak sampai dua menit tarian pertama ke tarian kedua. Tidak ada iklan sama sekali, jadi kami ganti baju di belakang panggung dengan terburu-buru untuk tampil lagi. Itu menurutku sangat seru,” terang perempuan kelahiran 23 Maret 1996 ini.
Lebih lanjut, meski menguasai tari tradisional dan modern sekaligus, Daniar tidak merasa kesulitan. Ia bisa memosisikan diri sesuai genre yang ditampilkan saat itu.
Daniar sering membawakan tari tradisional di berbagai even. Baik sebagai tari pembuka dan tak jarang menjadi cucuk lampah di pesta pernikahan. Sedangkan tari modern kerap ia tampilkan saat menjadi penari latar di stasiun televisi maupun kegiatan di hotel.
“Saya juga pernah menjadi penari latar video klip artis dangdut Nella Kharisma, karena memiliki kontrak dengan produser penyanyi dangdut,” beber perempuan berkulit putih ini.
Selain skill menari, Daniar juga memiliki value yang lebih di bidang make up. Hal itu bermula ketika dia tidak bisa merias wajah, sehingga setiap kali hendak tampil dia harus ke salon untuk make up. Namun, bila dibandingkan dengan fee yang didapatkan tidak sepadan.
“Misal saat itu fee Rp 300 ribu, untuk ke salon Rp 200 ribu, masuk saku hanya Rp 1000 ribu,” urainya.
Pemasukan yang tidak sebanding itu menantang Daniar untuk bisa make up sendiri. Belajar secara otodidak membuatnya kini mahir, bahkan pernah menggandeng Wardah Cosmetic untuk menggelar beauty class.
Sementara itu, selain skill yang mempuni, seorang penari dituntut tampil maksimal saat di atas panggung. Artinya dari segi badan harus fit, agar bisa tampil energik dan ekspresif yang itu bersumber dari kesehatan.
“Apabila badan sakit, kita tampil gak bisa total. Jadi harus benar-benar menjaga pola makan  dan hidup sehat karena itu berpengaruh dengan jadwal latihan dan jadwal tampil,” tutup Daniar. (lin/ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya





Loading...