Malang Post - Krisis Air Bersih, Warga Villa Bukit Tidar Geruduk Pengembang Perumahan

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Krisis Air Bersih, Warga Villa Bukit Tidar Geruduk Pengembang Perumahan

Selasa, 17 Des 2019

MALANG - Krisis air bersih dialami warga Perumahan Villa Bukit Tidar (VBT) Merjosari, Kota Malang, selama kurang lebih dua pekan ini. Penyebabnya bukan karena gangguan aliran PDAM,  tetapi bermasalah pada sistem pompa air yang dikelola pengembang perumahan.
Selasa (17/12) kemarin, belasan warga VBT, khususnya yang terdampak, warga Blok A1 – A2 mendatangi kantor pengembang VBT, di kawasan Ruko Villa Bukit Tidar. Mereka meminta kejelasan penanganan akan pompa rusak yang tak kunjung selesai.  Ketua RT 6 Sumartono, sebagai perwakilan warga VBT terdampak menjelaskan air memang sudah mengalir, berbeda dengan awal pekan lalu yang tidak mengalir sama sekali. Akan tetapi debit air masih sangat kecil.
“Sudah satu mingguan ini memang. Kita sudah bisa cuci-cuci tapi air nya masih kecil debitnya,” papar Sumartono.
Permasalahan air ini disebabkan hujan deras dua pekan lalu yang kemudian mengakibat pompa utama rusak. Sejak kejadian itu beberapa hari kemdian air sulit mengalir, hingga kemarin.  Kejadian ini menyebabkan kurang lebih warga RT 14 Blok A1 – A2 yakni sekitar 210 warga terdampak macetnya aliran air.
Menanggapi ini, pengawas lapangan perwakilan developer PT Alam Mahameru, Budianto menjelaskan, pihaknya terus berupaya mempercepat proses perbaikan yang sudah dilakuan sejak kejadian rusak.
“Sudah diangkat pompanya, dibelikan dari Jakarta. Besok (hari ini,red) kita lakukan pemasangan pompa baru. Diperkirakan Jumat atau Sabtu air sudah normal lagi,” paparnya.
Selain itu penjelasan lebih lengkap juga telah diberikan secara tertulis oleh Direktur PT Alam Mahameru, Muhamad Syafiq. Dijelaskannya masalah air tersebut mengalami kendala karena kerusakan pompa. Penyebab kerusakan disebabkan oleh sambaran petir saat kawasan VBT diguyur hujan deras kurang lebih 2 pekan lalu.
“Hal ini diketahui setelah PT Alam Mahameru mendatangkan tim teknis sumur bor dari Jawa Tengah dan Tim PLN untuk memeriksa jaringan panel. Dan dinyatakan panel tidak ada masalah. Pompalah yang mengalami korsleting,” jelasnya dalam statement tertulis dalam surat pemberitahuan yang diedarkan pada warga.
Dijelaskan pula analisas tersebut dilakukan mulai 6 sampai 9 Desember 2019 lalu. Sehubungan dengan masalah ini maka ia menyatakan PT Alam Mahameru akan menggunakan pompa pengganti sementara yang akhirnya menyebabkan debit air menurun.
Maka dari itu, air juga didatangkan dari luar tiap harinya sebesar 40.000 m3. Dalam proses ini maka dilakukan sistem buka tutup aliran air di blok A,B,C dan E. Mulai jam 06.00-09.00 WIB pagi dan sore 16.00 – 19.00 WIB.
“Maka diharapkan warga menggunakan air se efisien mungkin,” tutupnya. (ica/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Sisca

  Berita Lainnya





Loading...