Malang Post - Kota Malang Krisis Air , Desak Perumda Tugu Tirta Berikan Kompensasi ke Pelanggan

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Kota Malang Krisis Air , Desak Perumda Tugu Tirta Berikan Kompensasi ke Pelanggan

Sabtu, 18 Jan 2020

Kota Malang krisis air, pengiriman air bersih kepada kurang lebih 30 ribu pelanggan terganggu. Kondisi ini terjadi akibat jebolnya pipa transmisi air Perumda Tugu Tirta Kota Malang. bantuan air bersih juga tak dianggap merata. Akibatnya ada warga yang menuntut ganti dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang, berupa kompensasi.
Hal ini disampaikan Wahab Adhinegoro SH MH, pengacara warga terdampak Perum BTU atas jebolnya pipa transmisi air beberapa hari lalu. Ia menjelaskan hal ini saat menghadiri diskusi Malang Post “Pipa Jebol, Kota Malang Krisis Air”, Jumat (17/1) di Graha Malang Post.
Ia melontarkan pernyataan sekaligus pertanyaan apakah warga terdampak mendapatkan kompensasi khusus, akibat kejadian jebolnya pipa Perumda Tugu Tirta beberapa kali di beberapa titik tersebut.
“Ya karena memang sudah seperti ini apa kompensasinya? Apakah nanti akhir bulan masih ditagih? Apa ada potongan tarif tagihan?,” papar Wahab.
Ia menjelaskan hal ini harus dipikirkan, karena kewajiban utama Perumda Tugu Tirta adalah menyediakan air bersih bagi pelanggannya. Dan pelanggan memiliki kewajibannya adalah membayar tagihan atas air.
Jika dalam keadaan seperti sepekan ini, banyak warga terdampak yang bisa mendapatkan bantuan air pada tangki yang berkeliling. Tetapi masih ada 10 ribu pelanggan yang belum teraliri sama sekali, bahkan tidak mendapatkan bantuan air dari mobil tangki yang berkeliling.
“Tolong ini diperhatikan apa kompensasi yang didapat warga ini,” jelasnya.
Terkait hal ini Manager Kehilangan Air Perumda Tugu Tirta Kota Malang Rahmad Hadi menyampaikan jawaban. Menurutnya, soal kompensasi tidak dapat diputuskannya begitu saja. Hal itu harus dikoordinasikan dengan banyak pihak dalam tubuh Perumda Tugu Tirta dan stakeholder lainnya.
Meski begitu, Hadi mengatakan akan segera melakukan koordinasi mengenai hal tersebut langsung pada pimpinan. Yakni Direktur Utama Perumda Tugu Tirta sebagai pemegang kebijakan.
“Kebetulan pak Dirut saat ini sedang di Jakarta ada penggilan dari Kementerian PUPR. Tapi segera akan kami bawa ke atasan opsi ini. Karena banyak pihak juga yang harus dilibatkan seperti Dewan Pengawas (Dewas) juga Wali Kota Malang,” tandasnya.
Berkaitan dengan distribusi bantuan air pada mobil tangki yang tidak merata, Rahmad mengatakan khususnya di Perum BTU adalah kendala banyaknya warga yang bermukim di sana. Karena Perum tersebut terdiri dari banyak blok, maka ketika tangki datang sudah dicegat blok di depan dan saat hendak naik dicegat lagi oleh blok lainnya. Meski begitu hal ini sudah dipikirkan betul.
“Kami akan koordinasikan soal opsi kompensasi ini segera, paling tidak minggu ini akan dapat jawaban keputusannya bagaimana,” tegasnya.
Perihal kompensasi ini, Komisi B DPRD Kota Malang menyetujui akan opsi tersebut. Pasalnya kebutuhan air yang tersendat ini dirasakan banyak warga sebagai sebuah kerugian besar sebagai pelanggan.
Hal ini ditegaskan Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Lookh Makhfudz. Ia menegaskan DPRD Kota Malang juga akan mengawal ide kompensasi yang harusnya bisa didapatkan warga.
“Ya kami juga nanti coba akan bersurat ke wali kota juga atau Dirut dan Dewas Perumda. Kami beri surat rekomendasi untuk memberikan kompensasi,” tegasnya.
Opsi kompensasinya adalah warga terdampak tidak akan diberikan tagihan selama Bulan Januari saat pipa transmisi air bermasalah. Atau opsi kedua, diberikan potongan dari nilai tagihan selama bulan terdampak.(ica/ary/bersambung)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...