Konsep Bebas Sampah dan Pewarna Alami, Pikat Staf Khusus Presiden | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Konsep Bebas Sampah dan Pewarna Alami, Pikat Staf Khusus Presiden

Kamis, 16 Jan 2020,

AWALNYA tak pasang target juara. Bahkan angan-angan menjadi juara pun tidak pernah terlintas. Tapi Hamparan Rintik berhasil menjadi juara Ciptanyata yang digelar Staf Khusus Presiden Joko Widodo,  Adamas Belva Syah Devara. Lantas bagaimana kiprah Hamparan Batik?
Proposal usaha yang didirikan Fikrah Ryanda Syahputra terselip di antara 400 proposal lainnya. Fikrah dan kawan-kawannya menawarkan konsep tak muluk-muluk dalam kompetisi itu. Hanya berusaha realistis. Itulah yang membuat mereka tak pasang target juara saat  ikut kompetisi tersebut.
Pria 25 tahun itu mengatakan, Hamparan Rintik terdiri dari tiga orang. Selain Fikrah, terdapat Dianti Wulandari, admin sosial media dan marketing, kemudian ada Levita Damaika sebagai mitra bisnis dari Lakshmee Indonesia. Untuk diketahui, Lakshmee Indonesia  yang membantu kelola gallery Bersama Yakni Tumbuh Studio.
“Niat kami untuk menambah motivasi dalam membuat website dan profile company. Karena sebelumnya kami memang ada rencana untuk itu (buat website dan profile company),” kata Fikrah, sapaan akrab Fikrah Ryanda Syahputra tentang motivasi mengikuti kompetisi Ciptanyata.
Namun staf khusus Presiden Jokowi yang terkenal sebagai pendiri start up Ruang Guru itu memilih Hamparan Rintik. Persis pada 5 Januari lalu mereka mendapat kabar sebagai pemenang.
Pada proses aplikasi Ciptanyata, Hamparan Rintik mengisi template yang diberikan panitia. Tanpa melebih-lebihkan karya dan proses yang dilakukan. Mungkin hal tersebutlah yang justru menjadi keunggulan lain dari Hamparan Rintik.
“Kami isi sesuai template, sesuai dengan aktivitas keseharian yang dilakukan Hamparan Rintik. Jadi justru itu yang mungkin menonjol,” ungkapnya.
Hamparan Rintik sejauh ini merupakan industri pembuatan batik manual dengan konsep zerowaste dari awal pembuatan. Yakni minimalisir limbah produksi. Selain itu,  menggunakan kain katun organik, dan pewarna alam, Hamparan Rintik juga menggunakan konsep cuting khusus. Sehingga tidak menghasilkan banyak kain perca.“Jadi sebelum batiknya diberi warna dan motif lebih dulu kita ukir,” sambungnya.
Selain itu, hingga saat ini, Hamparan Rintik dikenal dengan teknik Arashi Shibori yang merupakan teknik pewarnaan kain. Yakni dengan cara mengikat kain pada media tongkat atau botol untuk mendapatkan motif ombak.
Pada pembuatan batik dengan teknik Arashi Shibori, penggunaan pewarna dengan bahan alami Indigofera berwarna biru.  “Jadi sebelum dicelupkan ke pewarna, kainnya diikat dulu ke tongkat atau botol. Sehingga motif ombaknya bisa terlihat. Sedangkan pewarna alaminya bisa dari daun Indigofera, batang pohon Pingi, bunga Pinus, daun Mangga, Kunyit, kulit Bawang Merah dan Bawang Bombay,” urainya.
Menariknya, Fikrah menyebut bahwa Hamparan Rintik masih termasuk pada golongan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan modal nekat. Pemuda yang sempat menempuh studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menyebut, ia mengupayakan usahanya dengan modal seminim mungkin.
“Ini semua prosesnya panjang, dan saya tidak mempunyai  latar belakang desainer, modal juga terbatas jadi saya tidak mungkin membayar orang akhirnya saya menjalin banyak mitra dengan para pengrajin,” sambungya.
Dengan menjadi pemenang Ciptanyata, Hamparan Rintik mendapat hadiah uang tunai Rp 20 juta dari gaji Adamas Belva Syah Devara sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi. Kemudian masih ditambah dengan mentoring khusus selama kurang lebih dua bulan.
“Hadiahnya akan kami gunakan untuk pembuatan website, foto produk, sama produksi juga. Karena pembuatan website itu ternyata mahal, kalau cukup nanti beli laptop juga untuk operasional,” tandasnya.
Sedang untuk proses produksi yang dimaksud adalah dengan meningkatkan order untuk para pengrajin yang bekerja sama dengan Hamparan Rintik. Sehingga hadiah yang didapatkan juga bisa dirasakan oleh para mitra kerjanya, dalam bentuk peningkatan produksi.
Untuk diketahui, Hamaparan Rintik sejauh ini menjalin kerjasama dengan berbagai mitra, termasuk dalam pendirian galeri yang disebut Tumbuh Studio. Bekerja sama dengan sesama UMKM perintis batik yakni Lakhsmee Indonesia.
Pada studio yang terletak di Polehan Gang V tersebut, Hamparan Rintik beserta Lakhsmee Indonesia sering memberikan workshop pelatihan kepada para peminat batik. Biasanya yang berminat mengikuti workshop tersebut adalah kalangan muda-mudi dan juga ibu-ibu. (Inasa All Islamiya/van)  

Editor : Vandri Battu
Penulis : Inasa All Islamiya

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...