Kisah Iwan Kuswardi SH, Kuasa Hukum Terdakwa Mutilasi | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 12 Des 2019,

Iwan Kuswardi SH tidak hanya piawai dalam menangani perkara di pengadilan. Namun pengacara senior ini juga piawai bermain golf. Itu terbukti, hampir setiap ada turnamen, Ketua Peradi Malang Raya ini selalu membawa pulang piala. Terakhir, Iwan membawa piala Bupati Cup ke X Golf Tournament, sebagai runner up best gross untuk kategori member flight A. Dia mendapatkan skor 81 kala itu.
“Tapi kemarin,  saat piala Bupati Cup ke X Golf Tournament di Araya, saya pulang duluan. Jadi pialanya masih dibawa oleh panitia,’’ kata Iwan.
Dia mengatakan turnamen golf Bupati Cup ke X digelar Sabtu (7/12) lalu. Sebelumnya, Juli 2019 lalu, Iwan juga mendapatkan piala atas prestasinya sebagai Best Nett Member Flight A, pada event The Banker’s Open Golf Tournament.
“Kalau ditotal sekitar 20-an saya dapat tropi,’’ katanya.
Bahkan Iwan juga mengaku pernah meraih  Hole In One di Araya Golf. Tidak hanya sekali, tapi dua kali. Sekalipun hole in one tersebut diraih bukan saat event atau tunamen, namun Iwan mengaku sangat bangga dengan prestasinya itu. Apalagi, tidak banyak golfer yang mampu menaklukkan hole in one.
“Hole in one itu, adalah memasukkan bola dengan sekali pukulan. Dengan jarak yang ditentukan. Saya dua kali hole in one masing-masing di jarak 156 meter di tahun 2017 dan 175 meter di tahun 2019,’’ urainya.
Namanya pun tercatat di papan nama Hole In One Araya Golf. Iwan sendiri mengaku menekuni golf sejak tahun 2010 lalu. Saat itu pria kelahiran 18 November 1967 ini memiliki klien yang memiliki lapangan golf. Dari kliennya itu, Iwan pun mendapatkan kesempatan untuk belajar.
Dia latihan satu minggu dua kali di salah satu lapangan golf di Surabaya. Karena tekun berlatih, Iwan pun cepat mahir. Itu terbukti, tahun 2011 lalu, saat ada event di Borobudur Golf, Iwan berhasil mendapatkan prestasi sebagai Best Nett Member Flight C.
“Eventnya diadakan TNI,’’ tambah Iwan.
Prestasi itulah yang membuat Iwan semakin bersemangat, untuk berlatih. Tidak hanya teknik, tapi juga melatih kesabaran. Ya, Iwan mengaku golf tidak sekadar olahraga biasa. Tapi golf memadukan antara tenaga, pikiran dan seni.  
“Secara umum memukul bola golf mungkin sama. Tapi gaya dan memberikan rasa pada pukulan itu, masing -masing pegolf berbeda,’’ ungkapnya.
Alumni fakultas hukum Universitas Brawijaya ini mengaku selalu memberikan rasa saat dia memukul bola.
“Karena golf ini selain olah raga juga olah rasa,’’ tegasnya.
Seperti para pegolf lainnya. Setelah mahir, dia membeli peralatan golf untuk mendukung  permainannya. Mulai dari bola golf  hingga stik golf. Untuk bola, Iwan mengaku membeli dengan harga mulai dari Rp 400 ribu sampai dengan Rp 1,5 juta per 12 Pcs. Tapi tidak jarang, alumni SMAN 2 Jombang ini membeli bola bekas.
“Kalau pas latihan tidak membawa bola, ya mau tidak mau membeli bola bekas. Banyak kok warga yang menjual bola bekas. Harganya mulai dari Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per bolanya. Bisa lebih irit juga,’’ ungkapnya.
Sementara untuk stik, Iwan pun mengaku memiliki beberapa. Bahkan, tidak hanya di Malang, dia juga memiliki stik di Surabaya dan Jakarta.
“Karena saya ini memiliki kantor di Surabaya dan di Jakarta, jadi masing-masing saya memiliki stik di sana,’’ ungkap pengacara senior ini.
Di Malang sendiri dia memiliki lebih dari tiga set. Masing-masing set berisi 10 stik. Ketika ditanya stik termahal yang dimiliki, Iwan mengaku tersenyum. Kepada Malang Post, Iwan mengaku  saat bermain golf, dia membutuhkan kenyamanan. Mulai dari pegangannya, berat stik sampai dengan model stik.  
“Selain itu teknologi stik juga menjadi acuan kami untuk membeli. Sekarang banyak stik yang dibuat dengan teknologi, sehingga performa stik pun garang,’’ terangnya.
 “Ada yang berlapis emas 24 karat. Stik ini membuat performanya semakin yes,’’ celetuknya.
Dia mengatakan, dengan stik yang disebutkan itu tak perlu lagi mengeluarkan tenaga kuat saat memukul bola. Dan hasil pukulannya sama dengan rekan-rekannya memukup bola bertenaga penuh.
“Jadi dengan tenaga yang tidak terlalu ngoyo tapi bolanya bisa sampai jauh, kalau itu jarak jauh. Ini jadi idaman setiap pegolf, termasuk saya,’’ akunya sembari tersenyum.
Ditanya harga dari stik berlapis emas yang dimiliki? Iwan mengaku tersenyum.
“Pokoknya ada,’’ jawabnya sembari terkekeh.
Pria yang kerap menjadi pengacara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengaku akan terus bermain golf. Selain menjadi olahraga hobi, juga menjadi ajang merekatkan tali silaturahmi. Di Malang sendiri dia tergabung dengan Malang Golf Gathering Club (MGGC). Klub ini memiliki sekitar 50 anggota. Mereka pun kerap melakukan wisata.
“Nah ini bedanya dengan club-club lain. Kalau kami jalan-jalan, selalu menyempatkan diri bermain golf di tempat yang dituju. Termasuk saat kami ke luar negeri,’’ tegas ayah dari Chatrina Berlian ini. Dari situ, dia pun memiliki pengalaman yang banyak. “Jadi jika nanti suatu saat ikut turnamen di luar negeri, tidak kaget lagi, karena sudah pernah mencoba lapangannya,’’ katanya.
Iwan juga mengaku bermain golf juga untuk memperluas networking. Tidak jarang, Iwan mengaku mendapatkan klien saat dia bermain golf.
“Golf itu hobi yang saya cinta. Menjadi pengacara adalah profesi. Keduanya berjalan beriringan,’’ tegasnya.
Kendati cukup lama menjadi pengacara, tapi dia tidak menutup diri saat ditunjuk hakim untuk mendampingi terdakwa dan tidak dibayar. Seperti saat ini, Iwan mendampingi terdakwa kasus mutilasi Sugeng Santoso. “Sekarang masih dalam proses persidangan, pemeriksaan saksi,’’ tandasnya.(Ira Ravika/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Ravika






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...