Malang Post - Kisah Dr. Ir. Sri Meicharini Jalani Tugas Dirjen Kependudukan

Selasa, 07 April 2020

  Mengikuti :


Kisah Dr. Ir. Sri Meicharini Jalani Tugas Dirjen Kependudukan

Senin, 02 Des 2019

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malang, Dr. Ir. Sri Meicharini MM adalah salah satu pejabat yang hebat. Tidak hanya mampu menyelesaikan tugas terkait administrasi kependudukan. Tapi dia juga mampu menjalankan tugas tambahan sebagai dosen di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Rini begitu Sri Meicharini akrab dipanggil harus rela bolak-balik Malang-Surakarta.
”Allhamdulillah, semuanya lancar,’’ katanya kepada Malang Post.
Rini menjadi dosen di UNS berdasarkan surat tugas dari Dirjen Kependudukan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Januari tahun 2019 lalu. Saat mendapatkan surat tugas, Rini mengaku sempat bingung. Namun demikian, sebagai abdi negara, Rini pantang menolak.
”Tidak ada test waktu itu. Juga tidak ada obrolan sebelumnya. Tiba-tiba saja surat tugas datang, yang di dalamnya memerintahkan saya untuk menjadi dosen di UNS,’’ kata ibu dua anak ini.
Dia juga mengatakan, tugas dosen ini diberikan kepadanya, seiring dengan Dirjen Kependudukan mendirikan program diploma 4 Dukcapil bekerjasama dengan Fakultas Hukum (FH) UNS, dengan Prodi Demografi dan Pencatatan Sipil.
”Hanya ada 14 Kepala Dinas Kependudukan saja seluruh Indonesia yang dipilih mendapatkan tugas tambahan ini. Di Jawa Timur ada dua, saya dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun,’’ urai wanita kelahiran 24 Mei 1960.
Kali pertama istri dari Ir. Hendro Sudibyo ini mengajar mahasiswa semester dua kampus tersebut. Dia mengajar dua mata kuliah, yaitu Sejarah Pencatatan Sipil dan Pengantar Administrasi Kependudukan. Kali pertama, Rini mengajar dua minggu sekali, di hari Rabu.
Meskipun tidak memiliki pengalaman mengajar, Rini mengaku sama sama sekali tidak canggung. Pengalamannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kerap memberikan penyuluhan dan sosialiasi, menjadi bekal dirinya saat berhadapan dengan para mahasiswa.
”Tidak sulit, karena untuk mengajar ada silabus yang menjadi patokan. Dari silabus itu dikembangkan dengan beragam fenomena peristiwa yang berkaitan dengan Administrasi Kependudukan. Ini untuk bahan ajarnya,’’ terangnya.
Ketika mengajar, Rini mengaku juga membuat power point. Tujuannya jelas, untuk memudahkan dirinya.
”Kalau power point, saya meminta staf membantu untuk membuatkan. Nah ini membuat saya mudah mengajar, dan mahasiswa juga mudah mengajar,’’ ungkapnya.
Sejauh ini, wanita berjilbab ini tidak memiliki kendala ketika mengajar. Semuanya berjalan lancar. Dan kini dia mengajar mahasiswa semester 3, dengan mata kuliah Hukum Teknologi Informasi dan Komunikasi.
”Yang saya ajar saat ini adalah terkait dengan ITE, Cyber Crime yang berkaitan dengan administrasi kependudukan,’’ urai nenek dua cucu ini.
Di semester ganji ini, dia mengajar satu minggu sekali.  Yaitu setiap hari Jumat. Meskipun hukum bukan bidangnya, tapi Rini juga mengaku tidak pernah kesulitan dalam mengajar. Itu karena dia banyak membaca.
”Memanfaatkan perpustakaan digital. Yang jelas, saat akan mengajar, selain silabus, saya juga mencari materi tambahan. Sehingga mengajar tidak monoton,’’ tambah alumni Fakultas Teknik Kimia, UPN Veteran Surabaya ini.
Selama mengajar, Rini juga kerap membuat diskusi dengan mahasiswanya. Bahkan, tidak jarang diskusi dilakukan setelah jam kuliah selesai.
”Ketika mengajar saya selalu membawanya dengan menyenangkan. Contohnya  saat mahasiswa jenuh, mereka saya ajak menyanyi lagu-lagu kebangsaan. Seperti Jumat (29/11) lalu, anak-anak saya ajar menari Maumere,’’ tambah ibu dari Bagas Anindito Satya Bakti ini.
Itu dilakukan, juga sekaligus untuk mengajar muatan bela negara. Karena menurut dia selain mengajar mata kuliah inti harus ada muatan bela negara. Disinggung apakah kegiatannya mengajar ini tidak mengganggu pekerjaannya?, Rini langsung menggelengkan kepala. Saat ini, Rini mengajar setiap hari Jumat. Dia berangkat ke Surakarta Kamis sore dan kembali ke Malang Jumat sore.
”Senin – Kamis saya full di Malang. Jumat saya izin ke Solo untuk mengajar,’’ tegas ibu dari Aryo Wicaksono ini.
Dia juga mengatakan, mendapatkan izin dari Bupati Malang H. M. Sanusi sejak kali pertama dirinya mendapatkan surat tugas menjadi dosen. Bahkan, sebelum dia berangkat, Rini mengaku selalu pamit dan diizinkan.
”Meskipun saya mengajar atau menjadi dosen, sama sekali tidak mengganggu pekerjaan atau pelayanan. Apalagi saat ini sudah ada tanda tangan digital, di mana saya bisa menandatangani berkas Adminduk di manapun saya berada,’’ beber mantan Kepala Badan Perumahan, Kabupaten Malang ini.
Menurutnya, menjadi pelayan masyarakat merupakan paling utama bagi dirinya dan menjadi prioritas. UNS bukan satu-satunya bagi Rini mengajar sebagai dosen. Dia juga mengajar di STIKEN Jaya Negara Malang. Bahkan, saat pensiun pada Juni 2020 nanti, Rini pun siap berkarir menjadi dosen di kampus tersebut.  
”Sekarang nama saya sedang diusulkan untuk mendapatkan Nomor Induk Dosen. Ya harapannya lancar lah,’’ urainya mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Malang ini.
Prestasi Rini sendiri sebetulnya tidak hanya dirinya ditunjuk menjadi dosen. Tapi Rini juga pernah mewakili Kabupaten Malang untuk mengikuti kursus yang digelar BAPEDAL East Java Institutional Strengthening Project (Bejis) di Melbourne, Australia. Kemudian tahun 2008 dia juga mengikuti Training Development and delivery skills for District and Provincial Finbancial Managemen di Australia.
“Tahun 2004 saya ikut kursus dibiayai oleh Pemerintah Provinsi. Sedangkan tahun 2008 saya ikut training dibiayai Kementerian Keuangan. Training tahun 2008 ini, saya juga mendapatkan sertifikat Akta 4,’’ ungkapnya.
Rini mengaku, jika semuanya dapat diraih jika orang tersebut memiliki tekad dan mau belajar. Begitu juga dirinya, selama ini dia selalu memiliki tekat dan terus belajar.
”Jadi jangan malas belajar itu saja prinsipnya. Belajar bisa di mana saja, dan kapan saja. Jadi kalau mau sukses kuncinya ya itu belajar,’’ urainya.
Dia pun mencontohkan dirinya. Menjadi PNS bukan cita-cita dirinya. Tapi karena saat itu ada peluang, Rini pun mencoba. Dan dia bersyukur, karirnya sebagai PNS berjalan apik sampai saat ini.(Ira Ravika/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Ravika

  Berita Lainnya





Loading...