Malang Post - Kisah Calon Jamaah Umrah yang Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Kisah Calon Jamaah Umrah yang Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Sabtu, 29 Feb 2020

Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, pada Kamis (27/2) lalu secara resmi menghentikan sementara warga negara asing masuk ke Kerajaan Arab Saudi. Kebijakan ini membuat sejumlah calon jamaah ibadah umrah dan ziarah Masjid Nabawi batal berangkat. Di Malang Raya, termasuk di Kota Batu, sejumlah calon jamaah umrah batal berangkat ke tanah suci.
Salah satunya adalah Ketua MPC PP Kota Batu H. Endro Wahyu Wijoyono, dia telah menyiapkan berbagai hal untuk ibadah umrah bersama istrinya. Namun dengan adanya surat edaran dari Kemenlu Arab Saudi tersebut mau tak mau ia harus menunda keberangkatannya.
"Rencananya saya berangkat tanggal 16 Maret nanti bersama istri. Semua sudah saya persiapan matang-matang. Baik secara psikis maupun fisik," ujar Hendro kepada Malang Post, Jumat (28/2).


Dia menceritakan, untuk persiapan psikis atau mental dirinya sudah sangat siap. Itu karena sebelumnya dia pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya. Meski begitu dia tak pernah menyepelekan perjalanan di tanah suci.
Begitu jiga fisik, diakuinya dia telah mengikuti berbagai tes kesehatan dan dinyatakan sehat oleh tim dokter. Bahkan dia telah menyiapkan diri dengan jogging di sekitar halaman rumahnya beberapa waktu terakhir.
"Untuk persiapan psikis dan fisik Alhamdulillah sudah siap. Namun untuk ibadah umrah harus benar-benar siap dan memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Termasuk dengan adanya kabar penundaan ibadah umrah ini," terangnya.


Lebih lanjut, keputusan penundaan sementara ibadah umrah tersebut memang harus dilakukan. Mengingat wabah virus korona menjadi ancaman dunia. Apalagi tanah suci menjadi tempat berkumpulnya umat Islam dari penjuru dunia.
"Bagi saya penundaan ibadah umrah ini memang penting dan harus dilakukan. Karena ini berhubungan dengan nyawa ribuan orang. Dari pada jadi berangkat namun terjadi hal yang tak diinginkan (virus, red) dan kemudian menular ke ke keluarga kita," ungkap laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin Kota Batu ini.


Dia menambahkan, penundaan ibadah umrah memang bagi beberapa orang yang belum pernah atau sudah berusia lanjut memang sangat disayangkan. Karena menurutnya untuk beribadah umrah seorang harus menabung beberapa tahun agar bisa menginjak tanah suci.
"Mungkin bagi orang punya tidak masalah. Namun bagi mereka yang sudah menabung tahunan dan sudah berusia lanjut mengakibatkan rasa kecewa. Tapi saya yakin penundaan ibadah umrah ini adalah kebijakan yang tepat," pungkasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...