Malang Post - Kembalikan Permainan Agresif

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Kembalikan Permainan Agresif

Kamis, 20 Feb 2020

MALANG - Kekalahan dari Persebaya Surabaya di semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 membuka titik lemah Arema FC. Penggawa Singo Edan pun siap belajar dari empat pertandingan yang telah mereka lalui sebelum berkompetisi di Liga 1 2020 mulai awal Maret mendatang.


Salah satu titik lemah Arema, terlihat ketika mereka bermain dengan 10 pemain, terlebih bila pemain tersebut Jonathan Bauman. Arema sempat kehilangan serangan berbahaya selama beberapa saat. Selain itu, dengan mayoritas pemain muda, seperti bek tengah yang bermain duet Nurdiansyah dan Vikrian Akbar, pemain mesti lebih cerdik menghadapi pemain seperti David da Silva.
“Kami sudah bekerja keras untuk memenuhi keinginan pelatih. Dari turnamen ini kami bisa menemukan kelemahan. Kami masih perlu berbenah, karena masih banyak kekurangan dari pertandingan ini,” ujar Winger Arema, Dendi Santoso.


Dia mengatakan, timnya bersyukur disertakan dalam turnamen pramusim ini, karena mereka bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang ada di dalam tim. Arema perlu terus berbenah agar bisa tampil lebik baik ketika Liga 1 2020 digulirkan.
“Semua pemain harus bekerja lebih keras lagi,dan memperbaikinya di latihan supaya di laga pembuka nanti kami akan lebih siap,” papar dia.


General Manager Arema, Ruddy Widodo menuturkan, Piala Gubernur Jatim adalah turnamen untuk persiapan menuju Liga 1. Untuk itulah, timnya tidak memasang target tinggi dalam turnamen tersebut.
“Kami menyadari, komposisi pemain musim ini banyak perombakan. Ada 60 persen pemain baru, jadi kami tidak menargetkan secara prestasi di Piala Gubernur Jatim 2020 ini,” ujarnya.


Menurut dia, Arema memiliki target utama untuk persiapan kompetisi. Selain itu, musim ini Arema ingin mengembalikan gaya permainan agresif yang selama ini hilang.
“Kami melihat rekor pertandingan 1, 2 dan 3 bagus. Bahkan, saya sempat ngobrol dengan beberapa teman manajer, Arema sudah lama tidak punya style main seperti ini. Memang, kami ingin kembali pada style seperti itu,” terang pria asal Madiun itu.


Dia menyampaikan, tidak hanya mengalami perombakan, musim ini Arema mengusung mayoritas pemain berusia muda. Bahkan, hanya ada satu pemain berusia di atas 30 tahun.
“Sisi prosesnya, kami bersyukur karena bisa mendapatkan pengalaman tanding melawan Persija, Persebaya dan Persela,” tandasnya. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi

  Berita Lainnya





Loading...