Keliling Indonesia dengan Augmented Reality Games | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 16 Nov 2019,

INGIN kenalkan pariwisata Indonesia  ke turis mancanegara melalui permainan berbasis teknologi seru, sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) membuat aplikasi Margo. Aplikasi yang terinspirasi dari permainan monopoli  ini juga dilengkapi dengan teknologi Augmented Reality.
“Selama ini kecenderungan turis mancanegara paling tahunya Bali sebagai tujuan wisata utama. Padahal 34 provinsi di Indonesia semuanya punya daya tarik wisata menarik kelas dunia,” kata salah satu penggagas Margo, Fitria Sukma Engelina.
Augmented Reality Monopoly Games (Margo) merupakan aplikasi games yang mirip permainan monopoli. Jika Monopoli menggunakan negara sebagai objek permainannya, pada Margo objek pariwisata di 34 provinsi yang digunakan.
“Jadi persis seperti monopoli, tapi negaranya diganti dengan pariwisata di setiap provinsi di Indonesia. Seperti DKI Jakarta ada Monas, setiap berhenti nanti ada barcodenya. Setelah di scan barcodenya nanti langsung muncul visualisasi objek 3D,” jelasnya.
Games Margo berupa  satu paket perangkat permainan. Terdiri dari alas permainan, barcode setiap objek pariwisata, dan kemudian aplikasi yang sudah bisa diunduh di Playstore. Pada tahap kepemilikan hunian di setiap objek, bisa didapat melalui barcode berbayar.
“Jadi untuk barcode berbayar itu termasuk pembelian hunian dalam permainan, setiap hunian harga barcodenya berbeda. Nanti termasuk juga sama tour package,” sambungnya.
Tim yang terdiri dari Fitria Sukma Engelina, Widurama Tri Buana, Nur Khoiru, Agung Budi Ryanto ini berasal dari pendidikan Vokasi UB.  Mulanya mereka bermodal Rp 500 ribu saja untuk pembuatan aplikasi tersebut. Kemudian modalnya bertambah setelah lolos seleksi pemilihan start up dari  UB.
Awal tahun depan, aplikasi tersebut akan diluncurkan dan dipasarkan secara komersial  ke publik. Selama ini setiap dipamerkan selalu menyita perhatian dari banyak pengunjung. Aplikasi Margo sudah menjuarai dua kategori sekaligus dalam ajang 2019 Japan Design, Idea & Invention Expo.
“Awal tahun depan akan kita pasarkan secara resmi, sekaligus dengan produk pengembangan Margo dalam bentuk buku,” kata Fitria. Itu karena aplikasi Margo mendapat respon dari setiap pengunjung pameran ketika dihadirkan dalam berbagai pameran.
Tim mahasiswa tersebut kemudian mengembangkan inovasinya dalam  buku pembelajaran virtual. Namun tetap bertujuan untuk mengenalkan pariwisata yang ada di Indonesia. Bedanya inovasi buku virtual tersebut ditujukan untuk para pelajar sebagai media pembelajaran di sekolah. “Rencanya kita akan bekerja sama dengan Brawijaya Smart School untuk menerapkan pembelajaran menggunakan buku virtualnya,” lanjut mahasiswi berhijab ini.
Sedikit berbeda dengan aplikasi games Margo, untuk produk dalam bentuk buku diberi nama ‘Arture Book’. Kontennya masih sama, namun dengan kegunaan dan tujuan yang berbeda. Melalui  Arture Book tersebut harapannya siswa bisa menambah pengetahuan tentang pariwisata Indonesia dengan cara yang lebih seru dan menyenangkan.(asa/van)

Editor : vandri
Penulis : asa






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...