Kelanjutan Jalan Tol Kepanjen Menunggu Kesepakatan | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 16 Des 2019

MALANG – Upaya melanjutkan pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Malang, Pemkab Malang sudah lebih dulu melakukan survey untuk menentukan trase tol. Survey  tersebut tidak hanya dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang. Tapi juga melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah yang lain. Diantarannya, Dinas Pertanahan, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU SDA dan beberapa dinas terkait lainnya. “Sebelumnya kami sudah melakukan survey. Tapi belum final, masih menunggu kesepakatan bersama,’’ kata Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Ir Tomie Herawanto.
Dengan melibatkan beberapa OPD teknis, Tomie mengatakan akan mudah menentukan trase tol. “Dengan PT PP kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan. Terutama untuk membicarakan trase ini,’’ tambah Tomie.
Dia mengatakan, salah satu yang harus dipertimbangkan dalam menentukan trase tol adalah pertama, apakah jalan tol tersebut melewati jalur hijau, menggunakan atau melintasi tanah kas desa atau melintasi tanah asset pemerintah. “Itu sudah kami sampaikan setiap kali ada rapat koordinasi. Dan ini juga belum final,’’ urainya.
Tidak hanya itu, Tomie juga mengatakan, selain persiapan menentukan trase, pihaknya juga mulai memikirkan adanya dampak pada pembangunan tol Malang - Kepanjen. Baik itu dampak sosial maupun dampak ekonomi. “Jadi jangan salah. Tidak semua daerah yang dilintasi jalan tol maju. Ada beberapa daerah juga yang dilewati tol semakin terpuruk,’’ ujarnya.
Dan itu menurut Tomie harus dipikirkan sejak awal. “Sehingga sebelum tol dibangun, maka harus ada solusi untuk daerah yang rawan terpuruk itu,’’ tambah mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Malang.
Selain itu, saat pembangunan tol, dia meminta pemerintah pusat memikirkan jalan yang ada di bawah jalan tol. Memikirkan dimaksudkan Tomie, terkait dengan pemeliharaan. “Jalan dibawah tol terutama di area exiting tentunya mendapatkan beban lebih tinggi. Karena banyak kendaraan yang keluar atau masuk. Sedangkan kontruksi bangunan untuk jalan kabupaten Malang tidak disetting dengan itu. Sehingga dampaknya, jalan akan mudah rusak.
Tomie memberikan salah satu contoh jalan dibawah jalan tol. Yaitu Jalan Raya Ampeldento. Jalan tersebut dikelola oleh Kabupaten Malang. Tapi saat ini banyak dilewati kendaraan, baik yang masuk maupun keluar.
“Kami mengusulkan beberapa ruas jalan kabupaten Malang dikelola pusat atau provinsi. Karena terus terang, untuk pemeliharaan jalan anggaran kami sangat minim,’’ tuturnya.
Dia pun menambahkan, pada prinsipnya, Pemerintah Kabupaten Malang sangat setuju dengan rencana pembangunan tol tersebut. Dan berharap, pembangunan tol yang rencananya memiliki panjang 18 kilometer tersebut tidak lama lagi teralisasi. (ira/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Ravika






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...