Kejagung Tahan Lima Tersangka Korupsi Jiwasraya | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 15 Jan 2020,

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menahan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya untuk 20 hari ke depanm Selasa  (14/1). Kelima tersangka ini ditempatkan di tahanan yang berbeda-beda.
Mereka adalah Komisaris Utama PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (Tram) Heru Hidayat, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo. Kemudian mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.
Kuasa Hukum Benny Tjokro, Muchtar Arifin menyesalkan penahanan kepada kliennya. Menurutnya, penetapan tersangka dan penahanan dianggap tidak tepat. “Enggak ngerti apa alat buktinya,” kata Muchtar.
Muchtar menyampaikan, penyidik belum menjelaskan ihwal penetapan tersangka kliennya. Oleh karena itu dia mempertanyakan keputusan penyidik. Pasalnya Benny Tjokro bukan orang internal Jiwasraya. “Orang Jiwasraya yang harusnya bertanggung jawab. Direksinya dong,” jelasnya.
Muchtar pun menyangkal keterlibatan Benny Tjokro dalam kasus korupsi Jiwasraya. Dia mengatakan, PT Hanson International menerbitkan surat utang jangka menengah (MTN) sebesar Rp 680 miliar pada 2015. Setahun kemudian sudah dilunasi. Sedangkan keuangan Jiwasraya mulai bersalah sejak 2017. “Jadi tidak ada sangkut paut apa-apa lagi,” jelasnya.
Dua tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang ditangani penyidik Kejagung ditahan di rumah tahanan (Rutan)  KPK. Mereka antara lain Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim dan Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro.
"Atas nama tersangka BT dan HR," ujar Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan di Gedung Dwiwarna KPK, Jakarta, Selasa (14/1) malam.
Ali menjelaskan penitipan tahanan tersebut terhitung selama 20 hari ke depan. Hendrisman ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur dan Benny ditahan di Rutan cabang KPK kavling K4.
Hendrisman dan Benny ditahan Kejaksaan Agung setelah menjalani pemeriksaan. Mengenakan rompi tahanan, keduanya memilih bungkam dan langsung bergegas memasuki mobil tahanan.
Kasus ini bermula dari laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara periode lalu. Laporan itu teregister dalam nomor SR - 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal dugaan Fraud di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Dalam hal ini, Kejaksaan Agung memperkirakan potensi kerugian negara sebesar Rp 13,7 Triliun akibat kasus yang menjerat asuransi pelat merah tersebut. (jpg/cni/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : jpg






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...