Malang Post - Kecewa Oknum Aremania

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Kecewa Oknum Aremania

Selasa, 17 Des 2019

MALANG – Manajemen Arema FC memahami aksi pelemparan flare, bom asap hingga kembang api yang dilakukan oleh Aremania sebagai wujud kekecewaan suporter karena rentetan hasil buruk di enam laga sebelumnya. Akan tetapi, aksi tersebut juga disayangkan dan manajemen berharap di masa mendatang bisa menyampaikan protes lebih tepat. Baik kepada tim maupun manajemen.
Ada pelemparan flare dan bom asap ke dalam lapangan saat Arema mengalahkan Bali United 3-2 di pekan ke-33 Liga 1 2019, Senin (16/12). General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku kecewa dengan ulah oknum Aremania di Stadion Kanjuruhan Malang itu.
Pelemparan flare dan bom asap itu terjadi jelang akhir babak kedua, diawali dengan peluncuran kembang api dari arah tribune timur. Akibat dari insiden itu, laga juga sempat dihentikan sementara.
“Bicara soal kecewa, semua pasti kecewa, karena target yang tidak terpenuhi. Kami di manajemen juga sangat kecewa, sudah keluar uang banyak, tapi hasilnya masih seperti ini,” ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo.

   Baca juga : Denda Bisa Tembus Rp 1 Miliar


Namun, tidak berarti manajemen membenarkan aksi tersebut. Sebab, ada tindakan yang lebih tepat dan elegan, ketimbang menyalakan flare, yang mengganggu pertandingan dan bisa berbuntut denda tersebut.
Apalagi, penggawa Arema sendiri tengah berjuang di tengah laga. Yang terganggu pun bukan hanya pemain Arema, namun juga tim tamu. Arthur Cunha dkk juga sedang dalam keadaan unggul 3-2 dan berusaha mempertahankan kemenangan demi tiga poin perdana usai enam laga.
Menurutnya, pada momen tersebut pemain Arema membutuhkan dukungan untuk benar-benar menyelesaikan tugasnya dengan baik.
“Seharusnya protes disampaikan dengan tepat. Kalau niatnya memberikan tekanan kepada satu-dua pemain, bisa dilakukan dengan mendatangi tempat latihan tim,” sebutnya.
Selain itu, bila protes diarahkan ke manajemen, dia juga tidak keberatan menemui di kantor. “Kalau protesnya kepada manajemen, datanglah ke kantor Arema. Toh kalau seperti ini yang dihukum dan dijatuhi denda juga klub,” tambah dia.
Sementara itu, Media Officer Arema, Sudarmaji mengatakan, manajemen menanggapi dengan bijaksana kejadian dalam laga tersebut. Termasuk lemparan yang dilakukan oknum suporter ke bus pemain ketika perjalanan pulang dari stadion.
“Mungkin kejadian ini merupakan bentuk kekecewaan Aremania terkait prestasi tim, meski di pertandingan Arema menang. Tentu kami harus evaluasi, karena ini akhir musim juga. Ini bisa jadi cara suporter untuk mengevaluasi tim ini,” tuturnya.
Dia menyampaikan semua kejadian pasti ada hikmahnya, termasuk ungkapan kekecewaan oknum Aremania yang berujung bus Arema diserang ini. Menurutnya, kejadian semacam ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun pemain yang nantinya musim depan bermain di Arema.
“Kalau tidak mau mendapatkan reaksi negatif seperti ini, tentu pemain Arema siapa pun itu harus berpikir bagaimana meraih prestasi yang membanggakan suporter. Tentu ini menjadi hikmah bagi semua pihak. Sebab, ini juga demi keluarga besar Arema,” tandasnya. (ley/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : Stenly

  Berita Lainnya





Loading...