Malang Post - Karena Pembangunan Sembarangan dan Sedimentasi

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Karena Pembangunan Sembarangan dan Sedimentasi

Senin, 24 Feb 2020

BATU - Bencana banjir yang terjadi membayangi Kota Batu awal tahun ini terjadi di Jalan Semeru Kelurahan Sisir, Kecamatan/Kota Batu. Banjir terjadi karena penyempitan sungai dan lubang jembatan itu membuat delapan rumah terendam hingga ketinggian 30 cm.
Sekretaris DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat menambahkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu ini di Kota Batu menjadi pelajaran bagi semua elemen masyarakat. Namun dia juga tak memungkiri jika banjir yang terjadi di Desa Sidomulyo dan Keluurahan Sisir, Kec/Kota Batu karena pembangunan yang sembarangan.
"Banjir terjadi akibat saluran drainase tak cukup menampung luapan air hujan yang tinggi. Pasalnya ini karena pembangunan yang sembarangan. Sehingga saluran drainase mengecil," ujar Alfi kepada Malang Post.


Untuk dua lokasi tersebut, selain pembangunan, juga karena lubang jembatan yang menjadi penghubung jalan yang melintas diatasnya berukuran kecil dengan diameter sekitar dua meter. Karena itu salah satu solusi yang akan dilakukan adalah membongkar jembatan untuk melebarkan saluran jembatan.
"Sesuai instruksi wali kota, di Kelurahan Sisir kami akan melakukan normalisasi sungai dan membongkar empat jembatan yang ada. Sehingga air bisa mengalir lancar saat hujan tiba. Saat ini satu jembatan telah kami bongkar dan sampai hari ini banjir tidak terjadi lagi," bebernya.


Sementara itu, Wali Kota Batu, Dra. Dewanti Rumpoko M.Si menyampaikan bahwa mengatasi bencana banjir, tanah longsor, hingga angin kencang berbagai cara dilakukannya.
Mulai dari tanam pohon cemara udang di Desa Sumberbrantas yang berfungsi menahan angin, penanaman ribuan pohon dua gunung terdampak kebakaran. Serta penanaman rumput vetiver di rawan lahan longsor.
"Untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Kami juga mewajibkan setiap warga yang akan melahirkan untuk menanam satu pohon melalui Perwali yang baru saja ditandatangani," bebernya.


Untuk mengantisipasi kejadian bencana yang tak diinginkan Pemkot Batu juga menganggarkan anggaran dana tak terduga tahun 2020 sejumlah Rp 2,5 miliar. Dana tersebut bisa digunakan untuk dana kebencanaan seperti normalisasi Sungai dan pembongkaran jembatan Sisir.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...