Kaji Ayat Alquran Santri Terampil Kelola Sampah | Malang POST

Minggu, 23 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kaji Ayat Alquran Santri Terampil Kelola Sampah

Jumat, 24 Jan 2020,

MALANG - Menjadi muslim sejati tidak hanya bisa mengaji Alquran, tetapi juga harus bisa mengkaji isi yang tersirat dalam firman Allah SWT. Karena Kalamullah, selain berisi tentang perintah, larangan dan anjuran yang diterangkan dengan syariat, juga mengandung banyak ilmu yang perlu dikaji lebih mendalam.
Khususnya ayat-ayat yang artinya berkaitan erat dengan sains. Misalnya ayat Alquran yang diyakini menjadi salah satu sumber pengetahuan sains dan bermakna filusufis begitu mendalam.
Alquran Surat Ali Imran ayat 190 - 191 yang mengandung arti, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”. “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Qs. Al Imron : 190-191).
Di dalam sejarah, Baginda Rasulullah SAW menangis tersedu-sedu ketika menerima Wahyu yang berbunyi ayat tersebut. Itu artinya begitu dalamnya dua ayat Alquran tersebut akan kebesaran dan keagungan Allah dalam penciptaan langit dan bumi. Satu kalimat yang perlu digaris bawahi dalam ayat tersebut. "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia," demikian bunyinya.
Bermula dari kalimat tersebut, hingga kini telah ratusan atau bahkan ribuan penemuan ilmiah oleh para cendikiawan yang terungkap dari alam. Baik para ilmuan zaman dulu atau masa kini.
Berangkat dari situlah, para Santri Ma'had Al-Insyiroh Singosari Kabupaten Malang mencoba mengkaji sekaligus mengungkap rahasia alam. Dalam hal ini mereka mencoba memberdayakan sampah-sampah yang dipandang tidak berarti oleh manusia pada umumnya.
Tapi tidak dengan santri Ma'had Al Insyirah. Setiap hari mereka mengumpulkan sampah-sampah yang ada di lingkungan Ma'had. Baik yang berjenis organik maupun anorganik. Kedua jenis tersebut dipilah kemudian diolah menjadi produk yang berbeda.
Sampah jenis anorganik disulap menjadi aneka kerajinan tangan. Sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk. Berkat keterampilan dan ketekunan mereka mengolah sampah selama ini, tanaman aneka sayuran di kebun Ma'had menjadi tumbuh subur. Sebab mereka tidak lagi bingung mencari pupuk, sebagai media penyubur tanah kebun. Dan manfaat lainnya, dengan tanah yang subur sayuran pun tumbuh subur.
Sehingga hasil panen menjadi lebih melimpah dan barakah. Selain diolah sendiri, sayuran tersebut dijual dan hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.
Pengasuh Ma'had Al-Insyiroh, Ustadz Zainal Fanani, S.Pd mengatakan, pada mulanya ide mengolah sampah berawal dari banyaknya sampah di lingkungan Ma'had. Terlebih Ma'had di bawah naungan SMA Negeri 1 Singosari tersebut penuh dengan pohon-pohon besar dan rindang. Sehingga sampah berupa ranting dan daun-daun kering setiap harinya selalu menumpuk. "Dari situ kami muncul ide untuk mengolah sampah itu," ujarnya.
Dalam pengolahan sampah, santri perlu setidaknya tiga bulan. Mulai dari mengumpulkan, memilah dan proses fermentasi sampai menjadi pupuk yang siap pakai.
Menurut Zainal, hal tersebut merupakan bagian dari hasil kajian terhadap alam melalui petunjuk ayat Alquran seperti yang diterangkan di atas. "Maka kita pun berpikir bahwa ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia, demikian juga sampah. Mengandung banyak hikmah dan manfaat jika kita mengkaji dan mau memberdayakannya," terang dia.
Hikmah lain dari ketekunan santri mengolah sampah, mereka semakin terampil. Baik terampil memberdayakan sampah itu sendiri, maupun terampil bercocok tanam. Sebab selama ini, kebun Ma'had Al-Insyiroh juga mereka yang mengelolanya.
Mulai dari menanam bibit, merawat sampai tumbuh besar hingga pada proses panen. Keterampilan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka di masa yang akan datang. "Kami sebut ini bagian dari menumbuhkan jiwa entrepreneur dalam diri santri," ungkapnya. (imm/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...