Malang Post - Kadishub Kota Malang Klaim Rekayasa Lalin Soehatt Efektif

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Kadishub Kota Malang Klaim Rekayasa Lalin Soehatt Efektif

Senin, 17 Feb 2020

MALANG - Rekayasa lalu lintas (lalin) di kawasan Jalan Soekarno-Hatta dan sekitarnya dianggap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Handi Priyanto berjalan efektif mengurai kemacetan. Meski di awal-awal pelakasanaan rekayasa yang sudah berjalan dua minggu ini banyak dikeluhkan masyarakat.


Meski dianggap sudah dianggap efektif, Handi belum mematenkan rekayasa itu. Rencananya, setelah satu bulan berjalan akan dilakukan evaluasi. Seperti diketahui, rekayasa di kawasan Soehatt, pengendara dari Jalan MT Haryono tidak bisa langsung ke Jalan Mayjen Panjaitan, tapi harus belok kiri masuk ke Jalan Soehatt. Itu pun harus memutar cukup jauh di u-turn depan TKBJ. Penumpukan kendaraan terjadi di dua lajur Jalan Soehatt. Karena semua kendaraan masuk ke Jalan Soehat.
“Berdasarkan evaluasi forum lalu lintas, rekayasanya berlangsung efektif. Arusnya cenderung lebih lancar," terang Handi Priyanto kepada Malang Post.
Dia menerangkan, selama diberlakukan, ekor antrean kendaraan ketika rush hour (puncak sibuk) di sekitar Jalan Mayjend Panjaitan dan Soekarno-Hatta cenderung lebih pendek. "Sehingga arus relatif lebih lancar karena adanya pengurangan fase Traffic Light (TL) dari tiga fase menjadi dua fase," kata Handi.


Meski demikian, evaluasi terhadap pemberlakukan rekayasa lalin tersebut masih akan terus dilakukan. "Sampai satu bulan ke depan," sambung dia.
Sebab, sebagian besar masyarakat yang melintas di kawasan tersebut masih banyak yang mengeluh. Sebab, arus lalu lintas cenderung macet dan berimbas hingga kawasan lain. Hal tersebut langsung dibantah dengan tegas oleh Handi. Menurutnya, pada kawasan tersebut, telah dipasang traffic counting yang mampu menghitung jumlah kendaraan serta waktu tempuhnya. Sehingga, data yang dihasilkan lebih akurat. "Alat tersebut lebih akurat dibanding argumen setiap orang," jelas dia.


Lebih lanjut, Handi menjelaskan, durasi traffic light tersebut sudah disesuaikan dengan rentang waktu yang ada, yakni mulai pagi hingga sore hari. "Itu juga menyesuaikan dominasi arah arus. Ditambah crossing di Soehatt sudah tidak ada karena pengurangan fase," imbuh Handi.
Berdasarkan hasil evaluasi itu, kemacetan yang sering terjadi sejak pagi sekitar pukul 06.00 sampai 08.15 mulai terurai. "Setelah adanya rekayasa lalin, kemacetan terjadi pukul 06.00 hingga 07.20," papar dia.


Sebelumnya, banyak pengendara yang merasakan jarak tempuh lebih lama dan makin macet di wilayah Jalan Soehatt. Kalau sebelumnya kemacetan sering terjadi di ruas jalan Soehatt menuju jembatan, sekarang dua jalur Jalan Soehatt terjadi kemacetan. Karena semua kendaraan dari Jalan MT Haryono masuk ke Jalan Soehatt. (tea/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Amanda Egatya

  Berita Lainnya





Loading...