Jual Pil Koplo, Modus Besuk Lapas Sukun | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 08 Des 2019,

MALANG - Aksi dari Suhartoyok alias Dul, 35, warga Desa Mangliawan Kecamatan Pakis dan Imam Wahyudi, 21, warga Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji, tergolong nekat. Betapa tidak, keduanya berupaya menyelundupkan pil koplo ke Lapas Wanita Sukun. Kontan saja, aksi mereka terbongkar petugas yang menangkap mereka berdua.
Dari keterangan yang dihimpun, penangkapan terhadap dua pelaku ini terjadi pada Jumat, 6 Desember 2019 oleh Unit Reskrim Polsek Sukun. Mereka ditangkap di ruang pemeriksaan Lapas Wanita Sukun pada pukul 14.30 setelah penyelidikan dan pemantauan terhadap dua pelaku tersebut.
Sebab, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, mereka sudah pernah melakukan upaya penyelundupan pil dobel L ke Lapas Wanita Sukun kepada wanita berinisial SW. Penyelundupan pertama ini, terjadi pada Jumat, 22 November 2019. Hal ini diketahui oleh petugas Lapas.
Dari sinilah, laporan pun disampaikan kepada Unit Reskrim Polsek Sukun. Akhirnya, penyelidikan berjalan dan memantau pelaku di aksi penyelundupan berikutnya, pada Jumat 6 Desember 2019. Tapi, kali ini sudah ada petugas polisi yang standby di Lapas Wanita Sukun untuk mengintai.
Benar saja, mereka mengulangi lagi perbuatannya menyelundupkan pil koplo dengan modus berpura-pura besuk kepada seorang tahanan berinisial SW. Saat berupaya menyerahkan bungkusan yang di dalamnya disembunyikan pil dobel L, polisi melakukan penyergapan. Mereka berdua kaget dan tak bisa mengelak.
Mereka langsung digelandang oleh Unit Reskrim Polsek Sukun dengan barang bukti berupa 200 butir pil dobel L. Kepada petugas, para pelaku yang kini statusnya tersangka, mengakui perbuatannya. Mereka mengaku sudah dua kali transaksi dobel L dengan modus pura-pura besuk tahanan.
Dari hasil penggeledahan lanjutan, polisi berhasil menemukan sejumlah 400 butir dobel L, yang diisolasi hitam, dari SW. Sementara, penggeledahan terhadap Suhartoyok, didapati ada 806 pil dobel L. Polisi, juga menyita sepeda motor Honda Supra abu-abu yang dikendarai kedua pelaku, serta uang tunai Rp 300 ribu.
Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta membenarkan tentang adanya penangkapan terhadap dua orang pelaku pengedar pil dobel L. “Mereka dijerat pasal 196 subsider pasal 197 subsider 198 UU RI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Saat ini, mereka dalam proses pemeriksaan intensif, sebagai bentuk penyidikan lanjutan,” tutup Anang.(fin/lim)

Editor : Halim
Penulis : Fino





LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...