JAPFA for Kids, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Pada Anak Usia Dini | Malang Post

Senin, 27 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 24 Okt 2019,

MALANG - Sekolah yang bersih dan sehat akan menghasilkan siswa-siswi cerdas dan berprestasi. Lingkungan yang nyaman membuat kegiatan belajar mengajar berjalan baik. Untuk mewujudkan sekolah bersih dan sehat, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak perusahaan PT Ciomas Adisatwa (CIOMAS) menggelar program lanjutan JAPFA for Kids, Kamis (24/10).
Lomba duta sehat dan pagelaran gebyar JAPFA for Kids ini, menyasar lembaga pendidikan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bululawang. Ada 10 sekolah yang menjadi peserta lomba, SDN 2 Kasri, MI Nurul Huda, MI Mambaul Ulum, SDN Pringo, MI Al Mubarok, MI Hidayatulloh, MINU Al Murtadlo, SDN Sudimoro 1 & 2, dan SDN Kidangbang 02.
Kepala Region CIOMAS Jatim I  Budi Fatoni mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan hal penting yang harus ditanamkan sejak dini, diawali di lingkup terkecil di sekolah.
"Karena sekolah memiliki peran untuk mengajarkan kebiasaan merawat lingkungan serta dampak baik dari lingkungan yang bersih dan sehat terhadap anak didiknya," ungkap Budi Fatoni.

   Baca juga : Terbiasa Mandiri Sejak Belia
Kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Diawali dengan memberikan pendampingan dan pelatihan duta sehat di masing-masing sekolah. Siswa yang terpilih menjadi duta sehat di setiap sekolah, mewakili untuk mengikuti gebyar JAPFA for Kids, di FARM Kasri, Dusun Kedok, Desa Kasri, Bululawang.
Total ada 1343 siswa serta 106 guru dari perwakilan 10 sekolah yang terpilih mewakili program gebyar JAPFA for Kids. Mereka nantinya akan menjadi Duta Anak Sehat, Duta Makanan Sehat, serta Duta Lingkungan Sehat.
"Kami percaya para Duta Sehat yang telah dilatih akan menularkan kebiasaan baik kepada teman sebayanya, untuk membiasakan diri mencintai kesehatan dan kebersihan sekolahnya. Misalnya, Duta Lingkungan Sehat yang sudah kami bimbing menjadi motor penggerak siswa untuk peduli lingkungan," ujarnya.
Beberapa macam kegiatan sudah ditularkan kepada anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan, diantaranya daur ulang sampah. Termasuk pemilihan serta pemanfaatan limbah di sekolah.
Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, mengatakan, sekolah yang bersih dan sehat dapat menghasilkan siswa-siswi cerdas dan berprestasi.Namun menciptakan lingkungan sekolah yang bersih tidak cukup hanya dengan sosialisasi dan pelatihan. Dibutuhkan desain program yang memiliki dampak jangka panjang, untuk menanamkan kebiasaan diri setiap warga sekolah.
"Termasuk bagaimana membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan sekolah. Karena itulah, JAPFA for Kids hadir dengan rangkaian program yang terukur dengan pendampingan intensif selama 9 bulan," tutur Artsanti.
Dikatakannya, program JAPFA for Kids berlangsung sejak 2008 lalu. Selama ini, telah mengalami berbagai perubahan guna meningkatkan efektivitas program. Tahun ini, masa pendampingan JAPFA for Kids ditingkatkan menjadi 9 bulan dengan menanamkan dua orang fasilitator sebagai perpanjangan tangan Departemen Social Investment JAPFA.
"Program pendampingan kami tingkatkan dengan tujuan agar perilaku yang ditanamkan sejak masa pelatihan dapat bertransformasi menjadi sebuah pola kebiasaan yang dapat terlaksana secara mandiri," urainya.
Lebih lanjut, dikatakannya bahwa program JAPFA for Kids sejalan dengan program Dinas Pendidikan, dalam mewujudkan sekolah Adiwiyata melalui pembinaan warga sekolah untuk giat merawat lingkungannya. Rangkaian Gebyar JAPFA for Kids juga bersinergi dengan salah satu programnya yaitu pengadaan Lomba Kreativitas dan Lingkungan yang menyasar anak Sekolah Dasar.
"Kami membimbing anak sejak dini mulai dari tingkat SD, untuk aktif merawat lingkungan sekolahnya. Bersama dengan Dinas Pendidikan dan seluruh warga sekolah,  kami optimis bisa mewujudkan kebiasaan cinta lingkungan dimulai dari sekolah," lanjutnya.(agp/adv/aim)

Editor : aim
Penulis : agung






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...