Janji Perbaiki Drainase, Pemkot Tak Bisa Langsung Tangani Banjir Soehat | Malang Post

Sabtu, 25 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 09 Des 2019,

MALANG - Penanganan banjir parah di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehatt), disebut Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, bukan wewenang Pemkot Malang.  Sebab jalan tersebut dikuasai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun Sutiaji menegaskan bahwa mulai hari ini pihaknya akan memperbaiki drainase di kawasan Soehatt.
“Jalan Soehat (Soekarno-Hatta,red) adalah jalan provinsi. Sehingga untuk penanganan besar perlu koordinasi dengan UPT Jalan (UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Provinsi Jawa Timur,red),” tegas Sutiaji kepada Malang Post.

Baca juga : Anggaran Naik kok Banjir Terus
Hal itu sekaligus menjelaskan bahwa Jl. Soehatt memang perlu penanganan khusus saat hendak diperbaiki atau dilakukan tindakan jika dibutuhkan seperti kejadian banjir. Di mana Pemkot Malang tidak bisa langsung serta-merta menambah ini itu, kemudian memperbaiki infrastruktur secara besar di kawasan yang bukan wewenang daerah.
Meski begitu kejadian banjir parah di Jl. Soehatt beberapa waktu lalu telah dikoordinasikan dengan UPT Pengelolaan dan Jembatan Provinsi Jatim. Maka dari itu minggu ini Pemkot Malang segera melakukan tindakan penanganan.
“Genangan beberapa hari lalu sebenarnya langsung ditindak Satgas PU (Satgas Dinas Pekerjaan Umum dan Penaataan Ruang,red). Dengan memperlebar avur (jalur aliran air),” tegas pria kelahiran Lamongan ini.
Tindakan memperlebar avur ini memang selalu dilakukan di titik-titik genangan air. Sehingga kapasitas air yang berada diatas permukaan tanah dapat lebih banyak masuk dan mempercepat proses penurunan debit genangan air yang ada.
Dijelaskannya pula pada Senin (9/12) hari ini dinas terkait diinstruksikan langsung untuk membenahi saluran yang menjadi biang. Yakni saluran air di belakang warung Bakso Damas di Jl Soekarno-Hatta.
“Karena saluran itu membuang air di Jl Soehatt menuju drainase yang ada di Jl. Borobodur. Akan dilihat di sana besok (hari ini,red),” paparnya.
Meski begitu, Sutiaji kembali menegaskan penanganan banjir di Kawasan Jl Soekarno-Hatta akan benar-benar bisa teratasi maksimal jika warga sekitar ikut berperan aktif. Warga kembali lagi diimbau agar tidak membuang sampah sembarangan.
Utamanya di saluran air, gorong-gorong atau drainase. Sampah yang menyumbat akan menghalangi jalannya air yang akan mengalir ke drainase utama. Jika seperti ini, potensi banjir dan genangan akan terus ada. Meskipun berulang kali petugas membenahi saluran, membersihkan gorong-gorong ataupun melabarkan avur yang ada.
“Setiap dua minggu sekali membersihkan gorong-gorong disana. Ini akan dirutinkan terus sambil mengedukasi warga,” tegasnya.
Berkaitan dengan ini pula dalam waktu dekat Pemkot Malang bakal meluncurkan program khusus yang akan dibungkus dalam sebuah gerakan besar Pemda dan masyarakat Kota Malang.
Program yang dijadwalkan akan segera diluncurkan Desember 2019 ini diberi nama GAS (Gerakan Angkat Sampah). Nantinya, gerakan tersebut dimulai dengan membersihkan area gorong-gorong di titik-titik area yang kerap didapati timbunan sampah.
"GAS ini yang akan kami launching Desember. Kapannya, nanti kami beri tahu lagi. Yang pasti kami akan mengajak semuanya untuk mengangkat sampah, bersih-bersih,” tandas Sutiaji.
Bukan hanya masyarakat. Program ini juga akan diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Malang. Kegiatan ini setiap minggunya akan dilaksanakan pada Jumat. Melalui program tersebut, penanggulangan sampah di Kota Malang diharapkan dapat tertangani. Sehingga masyarakat juga sadar akan kebersihan lingkungan untuk tidak membuang sampah di sungai dan tidak menyebabkan banjir.
Terkait hal ini pula, Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Fuad Rahman berpendapat bahwa terdapat satu masalah lain yang juga menyebabkan banjir di Kawasan Jl Soekarno-Hatta, yakni bangunan-bangunan yang menutupi saluran drainase.
“Itu sebenarnya juga penting. Tapi selama ini penindakannya apa? Lebih baik langsung saja tutup dan dibongkar. Harus tegas itu,” ungkapnya saat dihubungi Malang Post.
Adanya bangunan yang dibangun menutupi saluran drainase di bawahnya memang terlihat di beberapa titik jalan Soekarno Hatta. Menurut pantauan Malang Post beberapa drainase memang masih terlihat akan tetapi hanya tersisa sebagian jika dilihat dari badan jalan. Karena sebagian lubang lubang aliran drainase tertutup beton milik sebuah toko. Ini bisa dilihat di sepanjang jalan dari Kawasan RM Ringin Asri.
Menurut Fuad, bangunan-bangunan tersebut menjadi faktor utama lain yang harus diselesaikan Pemda. Tidak hanya gorong-gorong yang tersumbat sampah.
“Karena dari dulu penanganannya juga seperti itu tapi tetap banjir. Pasti ada yang salah. Belum ditemukan sumber utama masalah banjir di situ,” pungkasnya.(ica/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Sisca






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...