Jaga Konsistensi dan Networking | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 04 Nov 2019,

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini mengatakan selain konsisten, menjalin hubungan dengan orang lain, hal paling penting lainnya adalah networking.  Yaitu membangun hubungan dengan orang lain. Dan itu juga yang dilakukan alumni SDN 1 Tunjungtirto ini. Membangun networking, kata Didik bukanlah hal yang sulit. Tapi demikian, juga bukan hal yang mudah. Untuk membuat networking, paling penting adalah konsisten.
“Kebetulan saya ini orang yang mudah akrab. Saat ngobrol dengan orang lain, saya tidak mau sekadar ngobrol. Tapi apa yang bisa diperbuat, atau dapat dikerjakan bersama?,’’ ungkappnya. Kemampuan networking ini dimiliki Didik sejak dia muda. Bahkan saat mahasiswa, Didik juga membuat networking. “Saya berhubungan baik dengan semua orang. Komunikasi dengan orang-orang yang dikenal juga harus berjalan,’’ katanya.
Didik pun menyebut beberapa nama pengusaha. Dia mengatakan, jika dengan pengusaha itu dia sangat berhubungan baik sampai sekarang. “Dulu waktu saya jadi kades, para pengusaha ini datang ke saya. Hubungan kami baik, meskipun mereka tidak berinvestasi disini,’’ urainya.
Dan dia pun yakin, networking yang dilakukannya selama ini membuat dia kemudian menjabat seperti ini. Tidak terkecuali di partai politik. Alumni SMA Taman Siswa Malang ini, keberhasilannya karena networking dan pemikirannya. “Seperti yang saya katakan. Saya memulai karir sebagai kepala desa, selama dua periode. Selama menjabat, saya membangun komunikasi dengan banyak pihak termasuk dengan pemerintah pusat,’’ ungkap Didik.

   Baca juga : Berawal Jadi Kepala Desa Tunjungtirto
Selama jadi kades dia kerap ke Jakarta, dan bertemu dengan orang kementrian, terkait dengan program. Dari pertemuan itu, kemudian terjalin hubungan yang baik, hingga sekarang. “Jadi saat kalau ada orang kementrian yang saya kenal datang, maka sesibuk apapun saya pasti temui. Bukan karena apa, hanya untuk menjaga hubungan baik itu tadi. Hanya say hello. Karena dengan kami menemui, orang tersebut pastinya senang, karena merasa sangat dihargai,’’ ujarnya.
Untuk menjaga hubungan baik, atau menjalin relasi, dia pun tidak jarang melakukan kongkow bareng. Dari kongkow bareng ini juga diselipkan obrolan serius terkait dengan pembangunan di Kabupaten Malang. “Kongkow ini suasananya santai, tidak tegang. Justru dari kongkow ini juga, kami Kabupaten Malang mendapatkan banyak keuntungan berupa bantuan dari pusat,’’ tuturnya.
Didik juga memiliki sikap kritis. Sikap kritis ada sejak dia muda. Tapi sikap itu semakin terlihat saat dia menjabat kades. Dimana saat itu dia melihat, para kades mendapatkan perlakukan tidak adil oleh daerah. Didik menyadari saat itu, tidak semua Kades memiliki kemampuan berpikir yang sama. Dengan tingkat pendidikan yang rendah membuat kades ini kerap hanya dipandang sebelah mata. Dari sinilah, kemudian Didik menginisiasi, untuk mendirikan Asosiasi Kepala Desa (Askades) Kabupaten Malang.
“Berdirinya Askades ini saya yang mempelopori. Organisasi ini dibentuk agar para kades tidak dipandang sebelah mata. Kades adalah jabatan politis, yang dipilih oleh rakyat. Jadi harus dihormati. Bantuan juga harus diberikan sama rata tidak pilih-pilih,’’ tambahnya.
Melalui organisasi yang dibentuk itulah, Didik mengatakan kades bisa bersuara, dan menyelesaikan masalah dengan damai. Kemampuannya menjalin komunikasi ini pun mendapatkan perhatian dari mantan Bupati Malang, yakni Almarhum Ibnu Rubianto. Didik yang kala itu yang menjadi kepala desa dan diminta Ibnu untuk melanjutkan sekolah. Saat itu, Didik mengaku tidak memiliki uang, dan dia pun dibantu.
 “Saya sangat bangga saat itu. Karena sekolah dengan para pejabat-pejabat dari daerah lain. Dan pejabatnya itu orang top-top sekelas sekretaris daerah. Saya saja yang hanya Kepala Desa. Tapi tidak apa-apa, saya bisa menyelesaiannya dengan baik,’’ urainya.
Karir politik Didik sendiri mulai dibangun tahun 2013 lalu. Itu setelah dia tidak lagi menjabat sebagai kepala desa. Saat itu ada bebeapa partai yang merapat agar dia mau bergabung. Tapi demikian, mantan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang ini justru memilih PDI Perjuangan untuk karir politiknya. “Banyak pertimbangannya. Salah satunya partai ini solid,’’ ungkapnya. Selama di PDI Perjuangan, Didik banyak menyumbangkan pendapat. Dan konsistensinya di PDIP itu juga membuat dirinya berhasil sampai dengan saat ini.
“Saya tidak pernah meminta jabatan. Saya lakukan semuanya dengan tulus. Mungkin ketulusan inilah, yang kemudian dinilai oleh partai, yang kemudian memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjabat sebagai ketua DPC PDI Perjuangan dan menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang. “Jabatan adalah amanah. Berat, tapi saya berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Malang,’’ tandasnya. (ira/udi)

Editor : udi
Penulis : ira



Loading...