Malang Post - Iuran Pensiun PNS Diusulkan Naik 15 Persen

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Iuran Pensiun PNS Diusulkan Naik 15 Persen

Rabu, 19 Feb 2020

JAKARTA - Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Zudan Arif Fakhrulloh pastikan telah merancang skema pensiun dan tunjangan hari tua Aparatur Sipil Negara (ASN).

Zudan menjelaskan, pemberian uang pensiun PNS Rp 1 miliar menjadi salah satu opsi yang diusulkan. Bila opsi pemberian Rp 1 miliar diterapkan, kata dia, Korpri mengusulkan agar iuran PNS pensiun dinaikkan.

"Skema pensiun ini harus diubah, supaya tunjangan hari tua bisa Rp1 miliar.  Jadi iurannya dinaikkan 10-15 persen dari take home pay," kata Zudan, kemarin.

Dia mengatakan, sejauh ini Korpri baru sekadar memberikan rancangan, skema pensiun dan tunjangan hari tua. Tapi kata dia, skema pensiun PNS harus diubah demi kemakmuran pensiunan PNS.

Selama ini lanjut Zudan, iuran pensiun PNS hanya 4,75 persen dari total pendapatan yang diterima seorang PNS. "PNS nantinya diperbolehkan menambah iurannya hingga 15 persen, sebelum diputuskan secara nasional oleh pemerintah" ujarnya.

Ia menegaskan hal ini tidak akan membebani APBN karena tidak menggunakan uang negara. Skema ini juga telah diberikan kepada PT Taspen (Persero) untuk kemudian ditindaklanjuti.

"Skemanya sudah diberikan ke PT Taspen, dan mereka siap menampung itu," katanya.

Direktur Operasional PT Taspen (Persero), Mohamad Jufri juga telah menyampaikan kesiapan untuk mengelola dana pensiun PNS.  "Kami sudah berkoordinasi dengan Ditjen Disdukcapil dan kementerian terkait, tinggal aturannya saja yang dibuat," ujarnya.

Ia mengimbau supaya PNS tidak perlu takut dana pensiunnya hilang. Sebab perusahaan plat merah tersebut tidak akan menginvestasikan dana itu ke pasar saham. "Prinsip investasinya bukan untuk mencari keuntungan, tapi bagaimana supaya tidak rugi, jadi kami investasi aman," katanya.

Pemerintah berencana mengubah skema pembayaran dana pensiun PNS. MenPAN-RB Tjahjo Kumolo mengaku telah berdiskusi dengan PT Taspen. Dalam diskusi itu, Tjahjo berharap dana PNS dikelola dengan baik sehingga dapat diakumulasikan menjadi dana pensiun yang maksimal ketimbang dana pensiun yang saat ini baru mencapai puluhan juta.

“Syukur-syukur ASN yang pensiun dapat kompensasi tabungan pensiunannya bisa mencapai Rp 1 miliar, yang merupakan hasil dari iuran tabungan pegawai yang saat ini baru mencapai puluhan juta rupiah,” kata Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulis.  (cni/van) 

Editor : Vandri Battu
Penulis : JPNN

  Berita Lainnya





Loading...